Dua Gadis Cantik Indramayu Hilang, Tahu-Tahu di Bogor, Ada Apa?

Img 20210110 Wa0090

EDITOR.ID, Indramayu,- Dua gadis remaja berparas cantik yang masih bersahabat, Tantri Aryanti (13) dan Sahadah (14), dikabarkan hilang selama 8 bulan. Setelah ditunggu selama delapan bulan, sang dara Indramayun ini akhirnya ditemukan. Mereka ditemukan di sebuah rumah warga di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (10/1).

Tantri dan Sahadah kini sudah kembali ke rumah mereka di Desa Sukareja Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu. Kepulangan keduanya disambut suka cita keluarga.

Pemulangan Tantri dan Sahadah dilakukan, setelah Polsek Balongan menerima informasi keberadaan keduanya. Kapolsek Balongan AKP Ryan Faisal, memperoleh kiriman foto kedua remaja itu dari seseorang.

Setelah diteliti, foto itu identik dengan kedua remaja tersebut. Mendampingi keluarga, anggota Polsek Balongan menjemput keduanya ke Bojonggede, Kabupaten Bogor. Saat ditemukan, kondisi keduanya dalam keadaan baik.

Ryan menjelaskan, kedua gadis bersahabat itu mengaku nekat kabur karena merasa kurang diperhatikan keluarga. Berbekal nekat, mereka pergi ke Jakarta tanpa tujuan yang jelas.

Untuk memenuhi kebutuhan makan, mereka mengamen. Sampai kemudian mereka bertemu dengan seorang pemilik toko di Bojonggede. Karena iba, Triana dan Sahadah lalu diajak bekerja sebagai pembantu di toko tersebut.

“Sekarang keduanya sudah di rumah. Ini semua berkat pemberitaan di media sehingga keduanya ditemukan,” ungkap Ryan.

Seperti diketahui, Tantri dan Sahadah menghilang usai berpamitan mengaji tak jauh dari tempat tinggalnya 8 bulan silam. Berbagai upaya dilakukan, termasuk melapor ke polisi, namun hingga kini keduanya belum juga ditemukan.

Jumaenih (50), ibu dari Tantri, menceritakan ikhwal hilangnya anak keempatnya itu. Sembari berlinang air mata Jumaenih bercerita tentang hari dimana Tantri berpamitan mengaji bersama sahabatnya, Sahadah.

“Saya ingat betul, waktu itu hari Minggu tanggal 19 April 2020, menjelang maghrib jam 17.30, Tantri pamitan mau mengaji bersama Sahadah. Dan sejak saat itu tidak pernah kembali,” urai Jumaenih. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply