EDITOR.ID, Indramayu,- Limpasan air Sungai Cibuaya di Kabupaten Indramayu terus meluas. Setelah merendam Blok Temulawak Desa Malangsari Kecamatan Bangodua, Sungai Cibuaya pada Selasa (5/1) hari ini, menggenangi ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Widasari.
Ketiga desa yang tergenang akibat limpasan Sungai Cibuaya yakni Desa Widasari, Bangkaloa dan Kongsijaya. Terparah dialami warga di Blok Cibogor Desa Widasari. Sejak Senin (4/1) malam sampai Selasa (5/1) petang, sedikitnya 420 rumah terendam. Ketinggian air rata-rata 50 centimeter.
Sementara di Desa Bangkaloa, kondisi terparah berada di Blok Kuburan. Sebanyak 125 rumah di blok tersebut, sampai kini masih tergenang air luapan Sungai Cibuaya setinggi 50 cm. Sedangkan di Desa Kongsiaya, limpasan Cibuaya hanya merendam 20 rumah saja.
Sampai berita ini dibuat, dilaporkan sudah banyak warga yang mengungsi ke tempat aman. Mereka khawatir banjir terus meninggi menyusul masih tingginya curah hujan. Sementara untuk mengurangi risiko dampak banjir terhadap kesehatan warga, petugas medis gabungan dari Tagana, BPBD, Dinas Kesehatan serta Puskesmas Widasari melakukan patroli. Petugas medis menyisir permukiman untuk memastikan kondisi kesehatan warga terdampak banjir.
Kepala Puskesmas Widasari, Hj.Juhariah, mengatakan sejak banjir menggenangi wilayahnya, beberapa posko kesehatan sudah disiapkan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, posko juga didirikan untuk memantau warga korban banjir, terutama untuk para lanjut usia, balita, anak-anak dan ibu hamil. “Ada salah satu lansia yang kami evakuasi karena rumahnya sudah terendam cukup tinggi. Suplai makanan juga kami siapkan,” ungkap wanita yang akrab disapa Juju ini. (Hendra Sumiarsa)












