EDITOR.ID, Indramayu,- Ajum (30), warga Blok Kliwon Desa Randengan Kulon Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, memiliki kebiasaan tak lazim. Setiap hari dari desanya, ia pergi ke pasar Jatitujuh dengan cara berenang menyeberangi Sungai Cimanuk. Mungkin karena waktu tempuh lebih cepat, sebab Pasar Jatitujuh dengan Desa Randegan Kulon hanya terbelah Sungai Cimanuk. Jika menempuh jalur normal, harus memutar menempuh jarak sekira 5 km.
Namun pada awal tahun, tepatnya Jumat 1 Januari 2021 lalu rupanya menjadi hari terakhir Ajum menikmati kebiasaanya berenang menyeberangi sungai. Sebab pada Sabtu hingga Minggu (2-3/1) ini, Ajum dilaporkann pihak keluarga hilang. Saksi mata menyebutkan, sehari sebelum dilaporkan hilang, yakni pada Jumat (1/1) sekira pukul 5.30 pagi, Ajum terlihat menyeberangi Sungai Cimanuk seperti kebiasaan sebelumnya. Sekadar tahu, Ajum setiap hari menjadi buruh panggul (pikul) di Pasar Jatitujuh.
Laporan hilangnya Ajum disampaikan pihak keluarga pada malam harinya kepada aparat desa setempat. Upaya pencarian pun dilakukan dengan melibatkan aparat setempat, petugas BPBD dibantu warga. Namun sampai Minggu (3/1) pagi, pencarian belum membuahkan hasil. Upaya pencarian bahkan diperluas dengan meminta bantuan Sat Polair, BPBD Indramayu dan Basarnas Cirebon.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Indramayu, A Fata, membenarkan adanya informasi itu. Menurut Fata, BPBD Indramayu akan bergerak membantu upaya pencarian setelah mendapatkan aba-aba dari Basarnas. “Kami siap membantu, tunggu aba-aba dari Basarnas. Kalau BPBD dan Sat Polair, sifatnya back up Basarnas saja. Tetapi secara prinsip bantuan itu sudah kami siapkan,” tukas Fata.
Bantuan lain juga dilakukan oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Melalui penjaga Bendung Karet Rambatan, Bangkir, Kabupaten Indramayu, BBWS membantu menjaga debit air selama upaya pencarian dilakukan. Beberapa pintu bagian Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka ditutup, sedangkan Bendung Karet Rambatan dipompa agar jika benar Ajum hanyut, jasadnya tidak terseret hingga ke muara sungai dan laut lepas. Namun untuk aliran ke kota Indramayu tetap dibuka, untuk melayani kebutuhan air baku PDAM. “Sepanjang malam kami juga ikut berjaga di Bendung Karet agar arus air Sungai Cimanuk tetap tenang. Kalaupun ada temuan jasad akan kami laporkan segera ke aparat terkait,” ungkap Junaedi, petugas jaga Bendung Karet Bangkir. (HENDRA SUMIARSA)












