EDITOR.ID, Indramayu – Kontra produktif, Pemerintah Kabupaten Indramayu justru “merestui” adanya kerumunan warga di tengah upaya memerangi covid-19. Hal itu terlihat saat seribuan warga berkumpul di dua wahana wisata Bojongsari Kabupaten Indramayu, Sabtu (2/1).
Dua wahana itu adalah kompleks air terjun buatan yang baru di launching sepekan lalu dan kolam renang. Sejak awal tahun 2021, dua wahana itu ramai dikunjungi. Padahal saat bersamaan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu tengah gencar memerangi persebaran virus corona.
Dari pantauan di lapangan, ratusan warga terdiri dari anak-anak dan dewasa, sejak jam 8 pagi sudah antre di pintu masuk wahana wisata air terjun buatan. Padahal wahana itu baru dibuka oleh pengelola jam 9 pagi. Lantaran tak sabar, puluhan anak-anak nekat memanjat pagar utama agar bisa antre paling depan.
Pemandangan sama terjadi di wahana kolam renang, bersebelahan dengan air terjun buatan. Ratusan warga juga sudah mengantre meski pintu masuk kolam renang belum dibuka. Kondisi kedua lokasi itu menimbulkan kerumunan massa yang banyak, sehingga berpotensi terjadinya paparan virus corona.
Menyikapi hal demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, dr.Deden Bonni Koswara, mengaku telah menerima laporan. Satgas, kata Deden, telah meneruskan informasi itu ke tim pencegahan. “Tadi juga ada yang tag ke saya, sudah saya teruskan ke tim pencegahan,” jelas Deden.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu, Carsim, mengatakan wahana wisata air terjun buatan itu belum secara resmi dibuka. Terkait adanya kerumunan warga, pihaknya berdalih sedang melakukan uji coba sampai sebulan ke depan. “Ini waktu uji coba, warga masuk masih digratiskan,” ujar Carsim.
Menanggapi soal potensi persebaran covid-19, Carsim enggan menanggapi. Ia hanya menyampaikan bahwa wahana wisata Bojongsari diharapkan menjadi magnet ekonomi baru di Indramayu. (HENDRA SUMIARSA)












