EDITOR.ID, Indramayu – Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang menyampaikan catatan akhir tahun 2020. Acara yang dikemas dalam rilis akhir tahun itu dihadiri Waka Polres Kompol Galih Wardani, para kepala satuan dan pejabat utama polres setempat, Kamis (31/12).
Serangkaian kasus, penanganan, serta pengungkapan dirilis ke publik. Tak hanya kasus kriminal dan narkoba, Hafidh juga mengumumkan catatan lalu lintas baik soal kecelakaan maupun pelanggaran.
Catatan penting lain yakni torehan prestasi polres yang diakui lewat sebuah penghargaan. Ada sejumlah penghargaan penting yang didapat Polres Indramayu sepanjang tahun 2020 yakni pada September dari Kapolri “Wilayah Bebas Korupsi (WBK)”. Penghargaan yang tak kalah bergengsi yakni “Kampung Tangguh Desa Kenanga Kecamatan Sindang” dan ” Pos Kamling Polsek Balongan”. Kedua penghargaan itu disematkan oleh Polda Jabar.
Prestasi Polres Indramayu pada tahun 2020 yang menjadi torehan sangat penting yakni sukses pengamanan Pilkada 9 Desember lalu. Sebelum dan sepanjang pilkada digelar, wilayah Indramayu sangat kondusif. Pilkada berlangsung aman dan lancar dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang baik.
Berikut catatan akhir tahunnya :
- Satuan Reserse Narkoba,
Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kabupaten Indramayu mengalami penurunan. Dibanding tahun 2019, kasus narkoba pada tahun 2020 turun 2,4 persen. Berbanding terbalik, meski angka kasus turun, jumlah tersangka kasus narkoba justru naik 9,67 persen.
Secara akumulatif, jumlah kasus narkoba pada tahun 2020 ini sebanyak 81 kasus, lebih sedikit dibanding tahun 2019 sebanyak 83 kasus.
Hanya saja, kata Hafidh, lonjakan narkoba justru terjadi dari jumlah barang bukti yang berhasil disita. Dibanding tahun sebelumnya, barang bukti yang disita pada tahun 2020 ini kenaikannya sangat signifikan. “Yang meningkat penyitaan barang bukti seperti obat tramadol, dekstro dan excimer.
- Satuan Reserse Kriminal,
Masa pandemi covid-19 ikut menyumbang tingginya angka kriminal sepanjang tahun 2020 di Indramayu. Satuan Reskrim mencatat ada kenaikan kasus sebesar 37,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 463 kasus. Namun pada tahun 2020 bertambah menjadi 635 kasus. Rupanya pandemi covid-19 juga memengaruhi target penyelesaian kasus yang hanya mencapai 71,33 persen saja. Padahal tahun sebelumnya, kasus yang terselesaikan (terungkap) mencapai 108,85 persen.
Meski tidak menyebutkan jenis kasusnya, namun untuk kasus-kasus menonjol pengungkapannya lebih cepat dari perkiraan. Diantara kasus yang masuk dalam kategori pengungkapan lebih cepat adalah pencurian kendaraan bermotor. “Ini menjadi kasus yang pengungkapannya lebih cepat. Bahkan barang bukti milik korban sudah banyak yang dikembalikan,” tukas Hafidh.
- Satuan Lalulintas,
Catatan dari Satuan Lalulintas menunjukkan angka menggembirakan. Jumlah kecelakaan lalulintas mengalami penurunan hingga 20,93 persen. Penurunan ini diikuti juga dengan jumlah korban yang terlibat dalam kecelakaan lalulintas.
Pada tahun 2019, jumlah kecelakaan lalulintas tercatat sebanyak 645 kejadian. Namun pada tahun 2020 angkanya menurun menjadi 510 kejadian. Untuk korban meninggal juga demikian, yakni 267 orang pada tahun 2019, berkurang menjadi 146 orang meninggal dunia.
“Penanganan perkaranya juga baik. Dari 510 kejadian, telah diselesaikan sebanyak 490. Yang masih berproses ada 13 kejadian sedangkan 7 kejadian masih lirik (tabrak lari),” ungkap Hafidh.
Terkait dengan pelanggaran lalulintas, Hafidh mengatakan pada tahun 2020 angkanya mencapai 18.919 kasus. Jika dilihat, jumlah itu mengalami penurunan dibanding tahun 2019 yang tercatat sebanyak 64.562 pelanggaran. Angka tersebut meliputi penindakan (tilang) dan teguran. (HENDRA SUMIARSA)












