EDITOR.ID, INDRAMAYU – Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu mengancam akan menerungku pasien positif corona yang nekat berkeliaran. Hal itu dilakukan menyusul adanya laporan warga, salah satu pasien covid-19 enggan melakukan isolasi mandiri.
Ikhwal ancaman itu berlaku saat Satgas tingkat desa dan kecamatan menerima keluhan warga. Seorang pasien terkonfirmasi positif covid-19 dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) terlihat beraktivitas normal. Ia setiap hari bekerja seperti biasa sebagai pengojek motor.
Kelakuan nekat pasien itu menimbulkan keresahan. Warga takut tepapar lalu melaporkan kasusnya kepada satgas tingkat desa. Sayangnya laporan itu tidak segera direspon sehingga warga geram.
Mendengar hal itu, Kepala Puskesmas Widasari, Hj.Juhariah, langsung turun tangan. Ia dengan tegas meminta pasien bersangkutan segera isolasi mandiri. Ia juga mengancam akan jemput paksa pasien untuk isolasi di RS MIS Krangkeng. Upaya itu berhasil, pasien kini sudah isolasi mandiri di rumah. “Kalau masih membandel, polsek dan koramil yang akan menjemput paksa,” tegas Juhariah.
Ia menjelaskan, dari hasil tes usap kali kedua, pasien yang bersangkutan masih positif corona. Sementara hasil tracing keluarga pasien, semuanya terkonfirmasi negatif. “Tes usap kedua yang bersangkutan masih positif. Sekarang sudah isolasi mandiri, diawasi satgas tingkat desa,” tandas dia.
Dalam perkembangan yang sama, pemerintah desa setempat membantu sembako selama pasien bersangkutan isolasi mandiri di rumah. Hal itu dilakukan mengingat pasien kehilangan penghasilan harian sebagai pengojek motor. “Kami mambantu, ada beras dan lainnya agar pasien tetap di rumah, tidak berkeliaran,” tukas pamong salah satu desa tempat pasien berkeliaran itu tinggal. (Hendra Sumiarsa)












