EDITOR.ID, Indramayu – Sebanyak 12.659 personel keamanan gabungan Polri, TNI dan Satpol PP, bertugas mengamankan jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) Indramayu. Sebagain besar dari mereka, akan menempati lokasi pengamanan di 3.826 tempat pemungutan suara (TPS). Sebagian lain mengamankan kantor KPU dan Bawaslu serta gudang-gudng logistik pilkada.
Penempatan pasukan pengamanan ditandai dengan Apel Pergeseran Pasukan yang digelar polres setempat, Senin (7/12). Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang memimpin langsung jalannya upacara. Hadir juga Ps. Dandim 0616/Indramayu Letkol.Inf.Herry Rustanto. Dalam kesempatan itu Hafdh menjelaskan, 12.659 personel yang dilibatkan itu terdiri dari anggota Polri sebanyak 1.446 orang, anggota Kodim 0616 Indramayu sebanyak 350 orang dan anggota Satpol PP Kabupaten Indramayu sebanyak 10.783 personel.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendapatkan tambahan bantuan anggota dengan status BKO (Bawah Kendali Operasi) yang berasal dari Satuan Brimob, Satuan Dit Pol Air Polda Jabar, Dalmas Polres Kota Cirebon, Dalmas Polres Majalengka, Dalmas Polres Cirebon Kota, dan Dalmas Polres Subang.
Penempatan Anggota BKO diarahkan untuk melaksanakan pengamanan di beberapa lokasi TPS yang tersebar di seluruh kabupaten Indramayu. “Kalau bantuan dari polres tetangga, mereka akan dilibatkan dalam pengamanan TPS di zona timur, tengah dan barat,” ungkap Hafidh.
Usai apel gelar pasukan, seluruh personel yang dilibatkan dalam pengamanan pilkada melaksanakan rapid test (tes cepat). Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh personel keamanan bebas dari virus corona. Mereka yang dinyatakan negatif langsung ikut bergabung dengan pasukan lain, sedangkan yang diketahui reaktif, akan diterapkan prosedur dan standar penanganan covid-19. “Sukses pilkada, juga harus dibarengi dengan sukses penerapan protokol kesehatan (prokes). Kami berharap mendapat dukungan semua pihak agar pilkada Indramayu berjalan tertib, lancar, aman dan tanpa ekses,” tandas Hafidh.
Pada bagian lain Hafidh mengatakan, guna mendukung terciptanya kondisi yang aman, personel kapolisian dibantu TNI dan Satpol PP akan menggelar razia besar-besaran dengan sandi kegiatan diberi nama ‘cipta kondisi’. Hal itu dinilai penting untuk mencegah munculnya potensi gangguan menjelang dan selama pelaksanaan pilkada 9 Desember nanti. Terkait dengan sasaran razia, Hafidh tidak menjelaskan banyak. Hanya saja menurutnya, sejumlah lokasi dan obyek tertentu telah dimasukkan ke dalam daftar sasaran razia. “Cipta kondisi sangat penting agar kami bisa mengetahui potensi gangguan di lapangan. Terpenting lagi, terus mengingatkan masyarakat menerapkan prokes dalam perilaku hidup keseharian,” ujar dia. (Hendra Sumiarsa)












