EDITOR.ID, Indramayu – Kepolisian Resort Indramayu melakukan penyelidikan atas insiden patah dan robohnya salah satu menara Masjid Islamic Center di Kota Indramayu pada Minggu (6/12) pukul 12.00 WIB. Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim Polres setempat, AKP Luthfi Olot Gigantara menuturkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Garis polisi juga dipasang dilokasi kejadian. Kepolisian juga mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi yang mengetahui insiden tersebut. “Kita olah TKP. Kumpulkan bukti-bukti dan minta keterangan saksi. Kita fokus ke insiden kenapa menara itu bisa roboh,” tutur dia. Kepolisian juga menginventarisasi kerugian, termasuk juga satu unit mobil yang rusak berat karena tertimpa reruntuhan, serta sejumlah unit sepeda motor yang tengah diparkir.
Seperti diketahui, menara masjid Islamic Centre (IC) Indramayu setinggi 100 meter patah (roboh), Minggu (6/12) sekira pukul 12.00 WIB. Material reruntuhan menara menimpa sebuah mobil yang terparkir dibawahnya hingga ringsek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Peristiwa itu terjadi saat kota Indramayu diguyur hujan deras sepanjang malam hingga siang.
Hujan tak kunjung berhenti, disertai tiupan angin cukup kencang. Waktu bersamaan, meski hujan deras suasana masjid IC ramai jamaah. Sebagian lagi ada kegiatan rapat di lantai dua, persis dibawah (sisi timur) menara yang roboh. Tiba-tiba jamaah dikejutkan oleh suara patahan menara cukup keras disusul jatuhnya bongkahan material besi dan beton.
Sebuah mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi E-1684-ZW yang terparkir di sisi utara menara, tertimpa bongkahan material besi dan beton cor hingga ringsek. Insiden itu membuat ratusan peserta rapat dan puluhan jamaah berhamburan. “Suaranya sangat keras. Kami berlarian keluar, khawatir tertimpa reruntuhan bangunan menara,” ujar salah seorang peserta rapat.
Pengelola Islamic Center Indramayu, Sanusi Ghafur, membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia tidak banyak menjelaskan soal penyebabnya. Sanusi bahkan enggan berspekulasi soal dugaan robohnya menara akibat buruknya konstruksi. “Saya hanya mau menjelaskan soal peristiwanya saja (roboh). Diluar itu (konstruksi), saya tidak tahu,” tandas dia.
Sekadar informasi, bangunan masjid IC Indramayu memiliki 4 buah menara setinggi masing-masing 100 meter. Keempat menara berada di empat sudut bangunan utama, dua di depan dan dua di belakang. Selain menara, masjid ini juga memiliki 3 kubah besar yang terlihat megah. Masjid Islamic Center bisa menampung 5.000 jemaah. Dibangun sejak tahun 2016 dan selesai hingga diresmikan oleh Gubernur Ahmad Heryawan di tahun 2018 lalu. (Hendra Sumiarsa)












