Timses Cabup Daniel Amankan Pelaku ‘Black Campaign’

EDITOR.ID, Indramayu – Tim sukses (timses) calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Daniel-Taufik (Mantap), memergoki dua lelaki dan seorang perempuan penyebar materi

berita bermuatan ‘black campaign’ (kampanye hitam). Dua laki-laki itu adalah AY (24) warga Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu dan KN (24) penduduk Desa

Tamanrahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi sedangkan seorang perempuan diketahui berinisial Am (24) warga Blok Tegalrasak Desa/Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.

Ketiganya ‘diamankan’ timses saat sedang mengedarkan sebuah media cetak berisi informasi yang dinilai menyesatkan, Sabtu (28/11).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan peristiwa itu berawal dari adanya informasi yang diterima timses dan relawan pasangan Mantap soal adanya gerak-gerik tiga orang

mencurigakan di Desa Dukuhjeruk Kecamatan Karangampel. Setelah diamati, ketiga orang itu ternyata sedang melakukan propaganda negatif, menyebarkan sebuah media cetak yang

berisi tudingan menyesatkan soal calon bupati Daniel Mutaqien Syafiuddin (DMS).

Melihat hal itu, ketiganya lalu diamankan timses dan relawan di kantor sekretariat pemenangan pasangan Mantap di Desa Dukuhjeruk. Beberapa lembar koran ikut diamankan

sebagai barang bukti. Untuk menghindari kemungkinan terburuk, timses lalu menghubungi Panwaslu kecamatan dan polsek setempat. Hingga berita ini dibuat, ketiganya sedang di

interogasi petugas. “Benar, sekarang anggota sedang memeriksa mereka. Jika ada pelanggaran hukum, nanti akan ditindaklanjuti Panwas atau Gakkumdu. Kita tunggu hasil

pemeriksaannya seperti apa,” ugkap Kapolres Indramayu AKBP Hadifh S Herlambang melalui Kapolsek Karangampel Kompol Heryadi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku KN mengaku sebagai koordinator penyebaran media tersebut. Namun belum diketahui motif ketiganya.

Mengetahui adanya praktik kampanye hitam yang menyasar dirinya, DMS mengaku prihatin. Seharusnya, kata dia, praktik kotor dengan cara menjatuhkan lawan seperti itu tidak

perlu terjadi. Ia khawatir jika kampanye hitam itu terus dibiarkan akan mengganggu kondusifitas daerah menjelang pemilihan kepala daerah 9 Desember mendatang.Padahal bagi

pasangan Mantap, lanjut dia, kondusifitas harus dipelihara dengan baik sesuai komitmen seluruh pasangan calon. “Hentikan provokasi, black campaign atau kampanye kotor

lainnya. Mari kita didik masyarakat dengan berdemokrasi yang baik,” tegas DMS.

Menyinggung tentang ketiga terduga pelaku black campaign, DMS mengatakan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat berwenang. Ia juga mengapresiasi timnya di lapangan

yang telah melakukan tindakan tepat dengan melaporkan peristiwa itu ke pihak berkompeten. “Kami memang diajarkan seperti itu (taat aturan dan hukum). Kalau hasil

pemeriksaan nantinya ditemukan ada pelanggaran, biarkan hukum yang menyelesaikan,” tukas dia. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply