EDITOR.ID, Indramayu – Sedikitnya 20 santri pondok pesantren di Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu terpapar virus corona. Mereka tertular dari jenazah covid-19 yang sebenarnya akan dimakamkan. Para santri dan pengasuh pesantren memaksa petugas pemakaman dari Satgas Penanganan Covid-19 agar lebih dulu membawa jenazah tersebut ke kompleks pondok pesantren.
Petugas awalnya menolak, bahkan melarang. Namun karena terus dipaksa, petugas pemakaman akhirnya membiarkan para santri membawa jenazah tersebut. Setelah beberapa lama prosesi pemakaman dengan standar protokol kesehatan akhirnya bisa dilaksanakan. “Petugas kami tidak bisa berbuat banyak. Mereka (massa) terus memaksa agar sebelum dimakamkan, jenazah dibawa ke pondok pesantren lebih dulu,” ungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Selasa (24/11).
Deden menjelaskan, pascaperistiwa itu satgas covid-19 bergerak cepat. Seluruh penghuni pondok pesantren dilakukan tes usap (swab test). Hasilnya 20 santri dinyatakan positif corona. Mereka berasal dari Kabupaten Indramayu yakni warga Kecamatan Bongas sebanyak 8 orang, Kecamatan Haurgeulis 2 orang dan Kecamatan Losarang, Cantigi, dan Gabuswetan masing-masing 1 orang. Satu orang lain dari Tangerang sedangkan 6 orang lainnya berasal dari Kabupaten Subang.
Kluster baru ini (kluster pesantren) merupakan yang pertama di Kabupaten Indramayu. Untuk mencegah terjadinya persebaran satgas covid-19 mengkarantina seluruh santri yang telah terpapar di pondok pesantren. Deden mengatakan, satgas juga akan melakukan swab test ulang terhadap seluruh penghuni pondok pesantren agar diperoleh kepastian sebelum dilakukan langkah berikutnya.
Tak hanya itu, proses tracing juga akan dilakukan terhadap kontak erat para santri yang telah dinyatakan positif corona tersebut. “Dalam satu dua hari, mereka kami sarankan untuk isolasi mandiri disana (pesantren). Nanti ketika ruang isolasi mandiri di RSUD MIS Krangkeng telah siap, akan kami pindahkan kesana agar lebih terawasi dengan baik,” ujar Deden.
Selain mengumumkan kluster pondok pesantren, satgas covid-19 juga menyatakan ada penambahan pasien lain di hari yang sama yakni sebanyak 8 orang. Mereka terdiri dari ibu rumah tangga, karyawan swasta dan wiraswastawan. Berdasarkan domisili mereka berasal dari Kecamatan Balongan 3 orang, Kecamatan Indramayu, Sindang, Sukra, Terisi, dan Cikedung masing-masing 1 orang. “Penambahannya sama dengan kemarin (Senin, 23/11) ada 28 orang. Kenaikan jumlah orang yang positif corona seiring dengan semakin massifnya swab test dan rapid test,” tukas Deden.










