Putra Presiden, Didit Hediprasetyo Kerjasama dengan Danantara Indonesia Trust, Garap Museum dan Cagar Budaya

Selain itu, Danantara Indonesia Trust juga mendukung pengembangan generasi muda melalui akses pendidikan dan program beasiswa. Program tersebut tidak hanya membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga memperkuat karakter dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Didit Hediprasetyo dan sang ayahanda Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, EDITOR.ID,- Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo menjalin kerjasama dengan Danantara Indonesia Trust melalui Yayasannya, Didit Hediprasetyo Foundation. Dalam kerja sama tersebut, Didit bertindak selaku pemilik yayasan diketahui menjadi mitra Danantara Indonesia Trust dalam menjalankan program di bidang kebudayaan, khususnya museum dan cagar budaya.

Didit ikut hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan sejumlah mitra strategis di Jakarta, Senin (25/5/2026). Dia juga menjadi salah satu pihak yang ikut menandatangani MoU itu.

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak mengatakan, lembaganya berfokus pada tiga program strategis yakni kebudayaan, pendidikan, dan sanitasi air bersih.

“Kami berkeyakinan program ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nuraini dalam penandatanganan MoU Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5).

Menurut dia, kerja sama dengan berbagai mitra dilakukan untuk memperkuat kontribusi sosial di berbagai sektor.
Bersama Kementerian Kesehatan, Danantara Indonesia Trust menjalankan kolaborasi untuk mendukung prioritas kesehatan masyarakat, termasuk vaksinasi, penguatan layanan kesehatan, serta distribusi bantuan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, Danantara Indonesia Trust juga mendukung pengembangan generasi muda melalui akses pendidikan dan program beasiswa. Program tersebut tidak hanya membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga memperkuat karakter dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Di bidang kebudayaan, lembaga itu bekerja sama dengan Indonesia Heritage Agency untuk mendukung pengembangan perpustakaan dan sarana pembelajaran di Museum Nasional Indonesia.

Rosan: Danantara Trust Dibentuk untuk Kegiatan Sosial

Sementara itu, Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani menjelaskan, penandatanganan kerja sama itu menjadi bagian dari fokus Danantara Indonesia Trust dalam menjalankan program sosial di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kesehatan.

Yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia yaitu Danantara Indonesia Trust (DIT) bakal mendapatkan pendanaan awal untuk menjalankan programnya. Jumlahnya mencapai US$ 100 juta atau setara Rp 1,77 triliun (asumsi kurs Rp 17.743 per dolar AS).

Menurut Rosan P Roeslani, ke depan, yayasan tersebut akan memperoleh dana sebesar 1% dari total dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahun sebagai pembiayaan yayasan.

“Kami memang dalam policy, kebijakan kami, memang dana awal itu kami taruh US$ 100 juta. Dan memang dalam perencanaannya kami memberikan setiap tahunnya, mengisikan paling tidak 1% dari total dividen yang kami terima, dari semua BUMN yang ada,” ujar Rosan ketika ditemui seusai penandatanganan MoU Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5).

DIT baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra yaitu Kementerian Kesehatan, Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya. Ke depan, DIT akan menggarap program strategis yang fokus pada kebudayaan, pendidikan, dan sanitasi air bersih.

Rosan mengatakan, Danantara Indonesia tidak hanya dibentuk untuk mengelola investasi negara, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial di Indonesia.

“Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial. Kami percaya penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” kata dia.

Menurut Rosan, Danantara Indonesia Trust yang dibentuk pada 2025 bertujuan memperluas manfaat sosial bagi masyarakat, terutama di daerah tertinggal. Ia menyebut kolaborasi dengan berbagai lembaga menjadi langkah nyata untuk memperkuat akses pendidikan dan pelestarian budaya nasional.

“Kami ingin memastikan manfaat program ini dapat dirasakan masyarakat luas, baik melalui pendidikan, kebudayaan, maupun dukungan sosial lainnya,” ujar Rosan. ***

Leave a Reply