Tel Aviv, EDITOR.ID – Media Euronews.com melaporkan, pesawat kenegaraan Israel yang dikenal sebagai “Wing of Zion” (Boeing 767-300ER) telah dipindahkan ke Jerman pada akhir Februari 2026. Pesawat tersebut mendarat di Bandara Berlin Brandenburg (BER) pada Sabtu malam, 28 Februari 2026.
Pemindahan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan (precautionary measure) di tengah meningkatnya ketegangan regional dan ancaman serangan balasan rudal dari Iran. Memarkir pesawat di luar negeri bertujuan untuk melindunginya dari potensi kerusakan akibat serangan di pangkalan udara Israel.
Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mendarat di Berlin hanya dengan awak penerbangan, tanpa adanya pejabat pemerintah Israel maupun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di dalamnya.
Pemerintah Israel secara resmi meminta izin kepada pemerintah Jerman untuk memarkir pesawat tersebut di Berlin, dan permintaan tersebut dikabulkan.
Tindakan serupa pernah dilakukan oleh Israel pada konflik-konflik sebelumnya untuk mengamankan aset strategis negara dari jangkauan serangan musuh.
Meskipun pemindahan ini memicu spekulasi di media sosial bahwa PM Netanyahu melarikan diri, laporan intelijen dan bukti foto menunjukkan beliau tetap berada di Israel untuk memimpin pertemuan keamanan di Tel Aviv.
Spesifikasi Pertahanan Pesawat Wing of Zion
Pesawat resmi Perdana Menteri dan Presiden Israel ini merupakan modifikasi dari Boeing 767-338ER yang dirancang untuk menjadi “Air Force One” versi Israel. Fitur pertahanannya meliputi Sistem Sky Shield (C-MUSIC).
Dikembangkan oleh Elbit Systems, sistem ini menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi rudal yang ditembakkan dari darat (seperti rudal panggul/MANPADS) dalam fraksi detik.
Setelah deteksi, sistem akan mengarahkan sinar laser ke kepala pencari rudal untuk membutakan sensornya dan mengalihkan lintasannya menjauh dari pesawat.
Sensor elektro-optik ditempatkan dalam kubah kaca di bagian bawah belakang pesawat untuk memberikan perlindungan penuh dari segala arah.
Dilengkapi sistem komunikasi terenkripsi canggih yang memungkinkan pemimpin negara menjalankan tugas pemerintahan dan militer secara penuh saat berada di udara.
Perkembangan Terbaru Situasi Timur Tengah (Maret 2026)
Situasi di kawasan telah mencapai eskalasi berbahaya menyusul operasi militer besar-besaran.
Serangan Udara ke Iran sejak 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terkoordinasi (Operasi Roaring Lion dan Epic Fury) yang menargetkan infrastruktur militer dan pejabat tinggi di Iran.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran: Laporan mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada 1 Maret 2026 akibat serangan yang menargetkan kediamannya di Teheran.
Balasan Iran (Operation True Promise IV), Garda Revolusi Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan hipersonik (Fattah 2) yang menargetkan kantor PM Netanyahu di Yerusalem serta pangkalan udara Israel.
Pasukan Israel dilaporkan telah melintasi perbatasan dan melakukan invasi darat ke Lebanon Selatan untuk menekan Hizbullah.
Evakuasi Wing of Zion
Akibat ancaman serangan langsung ke wilayah Israel, pesawat Wing of Zion dilaporkan telah diungsikan ke Jerman.
Harga minyak dunia melonjak tajam, dan banyak penerbangan internasional dibatalkan karena penutupan wilayah udara di kawasan konflik. (“)










