-Dengan nilai investasi Rp 2,5 Miliar – Rp 6 Miliar dan pendapatan kotor Rp 1,8 Miliar/tahun, maka Titik Impas (Break Even Point / BEP) baru akan tercapai dalam waktu 2 hingga 2,5 tahun
- Pada tahun pertama dan kedua, Mitra belum menikmati keuntungan bersih karena digunakan untuk menutupi modal investasi dan depresiasi (penyusutan alat)
Untuk diketahui, SPPG juga diminta merekrut 47 tenaga kerja dari masyarakat sekitar dengan prioritas kelompok miskin ekstrem. Pembangunan SPPG sendiri mengacu pada standar nasional dengan ketentuan yang ketat untuk menjamin keselamatan, ketahanan bangunan, serta kelayakan operasional.
Dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sebagai gambaran bangunan SPPG berukuran 20 x 20 meter membutuhkan lahan minimal 800 m², sementara untuk ukuran 10 x 15 meter membutuhkan lahan minimal 300 m².
Bangunan SPPG juga dirancang dengan ketahanan terhadap gempa hingga nilai Sds ≤ 0,800g serta ketahanan angin hingga 39 meter per detik. Sistem struktur yang digunakan meliputi struktur modular baja, rangka hollow, maupun pasangan bata terkekang, sesuai dengan karakteristik wilayah.
Dapur SPPG juga dilengkapi sistem pengolahan limbah IPAL, sistem ventilasi udara, sistem pemadam kebakaran, genset cadangan listrik, serta sistem pengawasan CCTV dan jaringan teknologi informasi (ICT). Seluruh spesifikasi ini dirancang untuk memastikan SPPG beroperasi secara aman, higienis, dan berkelanjutan. ****












