Wow Marsekal Madya Henri Alfiandi Punya Pesawat Pribadi Hartanya Rp10 Miliar Lebih

Menariknya Henri diketahui memiliki sebuah pesawat terbang jenis Zenitg 750 STOL keluarga tahun 2019. Pesawat terbang itu tercatat hasil sendiri bukan pemberian orang lain. Nilai aset pesawat terbang Henri ini mencapai Rp 650 juta.

Marsekal Madya (Marsdya) TNI Henri Alfiandi (HA) Foto Antara

Berikut rincian properti milik Kabasarnas Henri Alfiandi:

Tanah dan Bangunan: Rp 4.820.000.000

1. Tanah seluas 476 m2 di Kab/Kota Kota Pekanbaru, hasil sendiri senilai Rp 170.000.000
2. Tanah seluas 469 m2 di Kab/kota Kota Pekanbaru, hasil sendiri senilai Rp 170.000.000
3. Tanah seluas 400.000 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri senilai Rp 1.300.000.000
4. Tanah seluas 590.000 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri senilai Rp 1.500.000.000
5. Tanah seluas 56.000 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri senilai Rp 1.680.000.000

Selain itu, Kabasarnas Henri juga diketahui memiliki sejumlah alat transportasi mulai dari mobil hingga pesawat. Rinciannya:

1. Mobil Nissan Grand Livina tahun 2012, hasil sendiri senilai Rp 60.000.000
2. FIN Komodo IV tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp 60.000.000
3. Mobil Honda CRV tahun 2017, hasil sendiri Rp 275.000.000
4. Pesawat Terbang Zenith 750 STOL tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp 650.000.000

Kabasarnas Henri juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 452.600.000, kas dan setara kas Rp 4.056.154.000, harta lainnya Rp 600.000.000. Kabasarnas Henri tercatat tidak memiliki utang. Sehingga total harta kekayaannya senilai Rp 10.973.754.000.

Profil Marsdya TNI Henri Alfiandi

KPK menetapkan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap jenderal bintang tiga itu buntut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Henri menjadi tersangka bersama Letkol Afri Budi Cahyanto yang merupakan Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas.

Selain itu, ada 3 pihak swasta yang ikut menjadi tersangka.

Suap diduga terkait dengan pemenangan sejumlah proyek di Basarnas. Salah satunya pengadaan alat deteksi korban reruntuhan. Tender proyek itu dilakukan pada 2023.

Diduga, ia menerima suap bersama Afri Budi yang nilainya hingga Rp 88,3 miliar. Belum ada pernyataan dari Henri maupun Afri soal status tersangka dan dugaan penerimaan suap tersebut.

Kasus ini terbongkar dari OTT KPK yang digelar pada Selasa (25/7) di Jakarta dan Bekasi. Henri tidak termasuk dalam pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Berikut Profil Marsdya TNI (Purn) Henri Alfiandi

Henri Alfiandi merupakan perwira TNI dengan pangkat terakhir marsekal madya. Ia lahir pada 24 Juli 1965 atau sudah berusia 58 tahun. Henri menjabat sebagai Kepala Basarnas sejak 4 Februari 2021. Ia menggantikan Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito.

Pada 17 Juli 2023, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menunjuk Marsdya TNI Kusworo menjadi Kepala Basarnas menggantikan Henri Alfiandi yang memasuki masa pensiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: