Jakarta, EDITOR.ID,- Pendakwah asal Kediri, Mohammad Elham Yahya Luqman membuat heboh jagat media sosial dengan beredarnya video pengajian yang tak patut. Dalam video tersebut memperlihatkan dai yang akrab disapa Gus Elham ini mencium anak-anak perempuan di atas panggung saat berlangsungnya majelis pengajian.
Dalam rekaman tersebut, Gus Elham terlihat menggendong anak kecil dan memasukkan pipi anak tersebut ke dalam mulutnya. Aksi tersebut menuai kecaman keras dari berbagai pihak dan memunculkan seruan agar kasus ini ditindak secara hukum.
Salah satu akun yang menyoroti peristiwa itu adalah @ridzqisucci, yang mengunggah video momen saat Gus Elham meminta izin mencium seorang anak kecil di hadapan jemaah. Dalam video tersebut, terdengar percakapan antara Gus Elham dan anak yang tampak masih di bawah umur.
“Kamu boleh dicium sekali lagi nggak?” tanya Gus Elham.
“Boleh,” jawab sang anak polos.
“Tapi dicium Gus El senang nggak?” lanjutnya, disambut tawa para jemaah.

Tuai Kecaman Publik dan Warganet
Dalam unggahannya, Suci mengecam keras tindakan tersebut dan menilai perilaku itu termasuk bentuk pelecehan seksual terhadap anak. Ia menulis bahwa tindakan seperti itu bisa dikategorikan sebagai child grooming dan pedofilia, apalagi dilakukan di hadapan publik tanpa ada yang menegur.
Tak hanya Suci, akun @hasanbinilhamd juga melayangkan protes terbuka melalui Instagram. Ia menilai tindakan Gus Elham berpotensi merusak pola pikir anak dan memberi contoh yang keliru.
“Walaupun anak itu disebut sebagai keponakan Gus, kebiasaan seperti ini bisa berdampak buruk. Anak bisa kehilangan batas mana yang pantas dan tidak,” tulis Hasan.
Gus Elham Disorot Karena Merokok di Depan Anak-Anak
Hasan juga menyoroti kebiasaan Gus Elham yang merokok di dekat anak-anak dan meminta agar sang pendakwah menghentikan perilaku tersebut.
KPAI, Komnas Anak dan Kementrian Agama Diminta Turun Tangan
Gelombang protes pun makin meluas setelah Hasan membuat template unggahan Instagram berisi foto-foto aksi Gus Elham mencium anak kecil. Template itu telah di-repost lebih dari 200 ribu kali, disertai ajakan kepada Menteri Agama, KPAI, Komnas PA, dan LPAI untuk turun tangan.
“Tolong selamatkan anak-anak kita. Ini adalah foto-foto seorang pendakwah yang mencium anak perempuan di atas panggung. Anak sekecil itu tidak seharusnya mengalami hal seperti ini,” tulis pesan dalam template tersebut.
Video serupa juga beredar luas di platform X (Twitter), menampilkan Gus Elham mencium beberapa anak di hadapan jemaah saat pengajian berlangsung.
Gus Elham Sampaikan Minta Maaf dan Khilaf

Usai kejadian ini viral dan menuai kecaman publik, Gus Elham menyampaikan permohonan maaf dan mengakui perbuatannya sebagai bentuk kekhilafan melalui unggahan video di Majelis Taklim Ibadallah, Kediri, Selasa (11/11/2025). Ia menegaskan tidak ada niat buruk dalam tindakannya.
Meski demikian, Gus Elham mengakui bahwa perbuatannya menimbulkan kegaduhan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ia berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan tidak menirunya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii menegaskan pentingnya pengawasan serta keteladanan dalam kegiatan keagamaan agar tidak menimbulkan kontroversi serupa di kemudian hari.
MUI: Perbuatan Tidak Patut
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi viralnya video Gus Elham ciumi anak-anak. Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menilai perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapapun, termasuk seorang pendakwah bernama Gus Elham.
“Saya pikir perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapapun, apalagi dilakukan oleh pendakwah atau juga orang pesantren, bahkan mungkin anaknya kiai tentu tidak patut dilakukan. Tidak ada yang membenarkan itu,” kata Kiai Cholil sebagaimana dilansir dari MUIDigital pada Rabu (12/11/2025).
Kiai Cholil juga menilai permintaan maaf Gus Elham merupkan langkah yang tepat. Kiai Cholil berpesan agar perbuatan itu jangan diulangi lagi.
“Berkenaan hukum untuk kategori pelecehan kita kembalikan kepada ahli hukum apakah perlu diproses atau tidak,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat.
Kiai Cholil mengingatkan bahwa pendakwah harus memastikan apa yang disampaikannya benar, sehingga pendakwah harus rajin belajar.
“Selain benar yang disampaikan, tapi juga melaksanakan karena akan dinilai oleh masyarakat. Bagi seorang pendakwah, tidak cukup meninggalkan yang haram dan mengerjakan yang wajib, tapi kepantasan dan kesopanan menjadi ukuran,” tegasnya.
Kiai Cholil menekankan dai sudah menjadi tren setter atau orang yang membimbing umat, sehingga seorang dai harus lebih aware atau menyadari berkenaan dengan kebaikan.
Selain itu, Kiai Cholil menghimbau kepada orang tua untuk tidak segan-segan apabila ada tingkah laku kepada anakya yang tidak wajar untuk melarangnya.
“Meskipun dia gus. Siapapun dia. Tentunya harus mengawasi apalagi orang perokok bagi anak kecil kurang sehat, orang tua perlu tegas,” tegasnya.
Tindakan Diluar Batas dan Tak Jaga Kehormatan Perempuan
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Dr Siti Ma’rifah menyesalkan terjadinya peristiwa ini yang dilakukan oleh Gus Elham.
Menurutnya, peristiwa ini menyangkut harkat dan martabat manusia. Dia mengingatkan bahwa anak-anak juga tidak boleh boleh diperlakukan semena-mena dan dilecehkan.
“Harus dijaga kehormatannya sesuai dengan prinsip maqashid syariah dan rahmatan lil alamin. Dalam berdakwah harus mencerminkan akhlakul karimah, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda tetap dalam batas-batas tuntunan yang ada dalam Alquran yang harus dipedomani oleh seluruh pendakwah,” kata Siti Ma’rifah.
Putri Wakil Presiden ke-13 RI ini mengingatkan tindakan di luar batas tidak dapat dibenarkan apapun alasannya. Sebab, anak juga memiliki martabat dan kehormatan yang harus dijaga.
Dia juga mengingatkan cerminan kasih sayang bisa dilakukan dengan berbagai cara sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Dakwah bil lisan juga harus diikuti dakwah bil hal. Oleh karena itu program seperti Standardisasi Dai yang dilaksanakan oleh MUI penting terus didukung untuk melahirkan para pendakwah agar dalam melaksanakan tugas dakwah berpedoman pada Alquraj dan sunnah, juga memperhatikan etika dan budaya dalam masyarakat Muslim,” kata dia.
Siti Ma’rifah berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI terus melakukan langkah-langkah pengawasan dan penertiban agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.
“Kami Komisi PRK MUI yang konsen mengawal perlindungan anak dan keluarga dalam program-programnya melakukan langkah-langkah seperti pendampingan pesantren ramah anak, program perlindungan anak dengan bekerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis lainnya,” sambungnya.
Bisa Bikin Anak Malu Jadi Tontonan Publik
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Susanto menyoroti tingkah Gus Elham Yahya yang kerap mencium anak perempuan di atas panggung dalam acara pengajian, sebagaimana terlihat dalam video viral di media sosial.
Susanto meminta pendakwah asal Kediri, Jawa Timur, tidak lagi melakukan aksi serupa di masa yang kan datang. Pasalnya, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dan adab Islam.
Ketua KPAI periode 2017-2022 menyatakan, usia anak berada dalam tahap perkembangan yang rentan. Mereka membutuhkan rasa aman dan penghormatan terhadap batasan diri (boundaries). Selain itu, anak juga membutuhkan sosok teladan yang baik. ***












