Viral Pelantikan Pejabat BPJS Kesehatan Habiskan Dana Milyaran Jadi Sorotan Warganet

Akun @dhemit_is_back juga menyebutkan bahwa acara pelantikan BPJS Kesehatan menghabiskan dana hingga Rp1 miliar dengan jumlah undangan 280 peserta. Tak hanya itu setiap tamu disebut-sebut mendapat souvenir senilai Rp900 ribu per orang.Acara tersebut dinarasikan menghabiskan dana besar, yang bertolak belakang dengan himbauan Presiden Prabowo Subianto agar jajaran pemerintahan menghemat anggaran dengan menggelar acara sederhana di kantor dengan tamu undangan maksimal 15 orang.

“Gelo duit segitu banyak buat pelantikan, emang pelantikan alien apa gimana?” komentar akun @ridwan. Akun @qory juga mempertanyakan kejadian tersebut, “Udah biasa anggaran dipake buat aneh-aneh, emangnya baru sekali kejadian kayak gini?”

“@BPJSKesehatanRI bener-bener makin bobrok aja. Padahal makin sedikit jenis penyakit yang dicover BPJS, ini malah pake acara seremoni hedon ga penting. Tobat deh, uang rakyat itu pak/bu. Tega amat,” tulis akun @yayi.

“@BPJSKesehatanRI katanya rugi, masih aja jor-joran bikin acara,” sindir akun @kang.ir.

“Maaf para pejabat BPJS, saya bayar iuran BPJS Mandiri 150 ribu per bulan digunakan buat menyumbang biaya pengobatan rakyat, bukan digunakan buat acara yang tidak jelas manfaatnya, saya tidak terima,” sergah akun @adjiOncy.

Screenshoot unggahan akun anonim bernama @dhemit_is_back

Menanggapi hal ini, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa tudingan yang beredar di media sosial tersebut kurang tepat.

Rizzky menjelaskan bahwa kegiatan di Yogyakarta merupakan bagian dari Rapat Strategis Nasional yang rutin dilakukan setiap tahun oleh BPJS Kesehatan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi organisasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengelolaan Program JKN. Mengawali tahun, banyak rencana strategis yang perlu dikomunikasikan kepada jajaran pimpinan, baik di Kantor Pusat, Kedeputian Wilayah, maupun Kantor Cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. Kami harap target kinerja tahun 2025 dapat tercapai dengan baik,” jelas Rizzky.

Rizzky menambahkan bahwa selain melibatkan seluruh jajaran pimpinan BPJS Kesehatan, kegiatan tersebut juga melibatkan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Untuk memastikan efektivitas dan efisiensi kegiatan, BPJS Kesehatan menekankan kolaborasi antarbagian. Rizzky memastikan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan.

“Semua kegiatan ini dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi, sesuai prinsip tata kelola yang baik, dan untuk memastikan keberlanjutan serta peningkatan kualitas layanan BPJS Kesehatan,” tutup Rizzky. (tim)

 

Leave a Reply