Usai Pisah dengan Jokowi, Budi Arie Akan Loncat ke Partai Gerindra

Budi Arie Mau Gabung Gerindra, Minta Izin ke Relawan Projo

Ketum Projo Budi Arie Setiadi Bersama Teman-Temannya Usai mengunjungi kediaman Jokowi

Jakarta, EDITOR.ID,- Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi terus melakukan manuver politik. Usai tak lagi berkuasa sebagai Menteri Koperasi, Budi Arie gencar melakukan gerilya politik. Salah satunya memisahkan diri dari tokoh junjungannya, mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Usai pisah dengan Jokowi, Budi Arie berniat akan meloncat arah politik menjadi pendukung atau loyalis Prabowo Subianto. Caranya? Ia akan bergabung ke Partai Politik Gerindra.

Budi Arie Setiadi mengaku ia akan meminta izin kepada seluruh anggota relawannya untuk bergabung ke partai politik. Ia menyampaikan partai yang akan ditujunya adalah Partai Gerindra.

Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam Kongres III Projo di Jakarta Selatan.

Dalam kongres itu, hadir Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Namun Dasco belum memberikan keterangan terkait kehadirannya di tengah-tengah acara kongres tersebut.

“Mohon izin, jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” kata Budi Arie saat memberi sambutan dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Budi Arie menjelaskan alasannya memilih bergabung ke partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, program-program yang diusung Prabowo membawa manfaat besar bagi kepentingan bangsa.

“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan beliau bisa lebih kuat dan solid. Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” tutur Budi Arie.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM ini menegaskan bahwa Projo kini menjadi relawan pelopor pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia memastikan Projo berkomitmen penuh mendukung program strategis pemerintahan, seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat.

“Kami menilai bahwa agenda-agenda politik Pak Presiden Prabowo ini harus kita dukung dan perkuat terus-menerus. Karena apa? Karena pikiran dan hati Pak Prabowo ini untuk rakyat. Seluruh program strategis pemerintahan ini harus kita kawal dengan baik,” tegasnya.

Saat ditanya wartawan mengenai partai yang dimaksud, Budi Arie menegaskan bahwa dirinya akan mendukung partai yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

“Yang pasti begini, kami akan mendukung partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Iya lah, pasti Gerinda. Nanti kami tunggu dinamika di kongres ketiga ini,” jelas Budi Arie.

Pisah dengan Jokowi?

Budi Arie sebelumnya diisukan sudah berpisah dengan Jokowi. Kode perpisahan terlihat dari berubahnya logo Projo yang tak lagi memajang foto siluet Jokowi.

Sinyal kedua adanya perpisahan tersebut, Jokowi batal menghadiri pada Kongres III Relawan Pro-Jokowi (PROJO) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Sumber EDITOR.ID membenarkan adanya keretakan hubungan antara Ketum Projo Budi Arie Setiadi dengan tokoh panutannya, Jokowi. Namun sumber EDITOR tak merinci apakah hal ini terkait dengan dicopotnya jabatan Budi Arie dari kursi Menteri Koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Memang benar Pak Budi Arie berpisah dengan pak Jokowi, tapi apakah hal ini karena dicopotnya jabatan Budi Arie dari kursi Menteri Koperasi, saya belum tahu,” ujarnya.

Projo Akan Hapus Jokowi dari Logonya

Organ relawan Projo sedang menggelar Kongres III di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Dalam kongres kali ini, salah satu agenda penting yang dibahas adalah perubahan logo organisasi.

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menjelaskan nantinya logo Projo tidak lagi menggunakan wajah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan perubahan logo ini menjadi langkah transformasi organisasi sekaligus penegasan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu.

“Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (bukan logo Jokowi lagi),” ujar Budi Arie kepada wartawan seusai pembukaan Kongres III Projo, Sabtu (1/11/2025).

Meski logonya berubah, Budi Arie memastikan nama organisasi tetap akan menggunakan nama Projo. Ia juga meluruskan bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.

“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya negeri dalam bahasa Sanskerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi artinya rakyat. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” jelas Budi Arie.

Budi Arie juga menjelaskan Projo tidak akan mendirikan sebuah partai, tetapi bergabung dengan parpol yang sudah ada.

“Projo tidak akan menjadi partai, tetapi akan bergabung,” tegasnya.

Jokowi Batal Hadiri Kongres III PROJO, Ada Apa?

Jokowi tidak hadir dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Kabar ini disampaikan langsung oleh ajudannya, Kompol Syarif Muhammad.

Perwira menengah Polri tersebut mengungkapkan alasan Jokowi tidak hadir lantaran tim dokter menganjurkan ayah Wapres RI Gibran Rakabuming Raka itu beristirahat.

“Karena pertimbangan tim dokter yang menganjurkan Bapak (Jokowi) untuk beristirahat dan tidak beraktivitas di luar ruangan. Beliau belum dapat menghadiri Kongres III Projo,” kata Syarif.

Nantinya, Jokowi akan menyampaikan pesan dan semangat bagi Projo melalui tayangan video.

“Sebagai gantinya, Bapak telah mengirimkan video singkat berisi pesan dan semangat bagi seluruh Keluarga Besar Projo dan peserta kongres,” lanjutnya.

Diketahui, Kongres III Projo digelar selama dua hari, pada 1-2 November 2025, dengan agenda membahas arah organisasi, transformasi relawan, dan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Relawan Projo Budi Arie Setiadi mengatakan kongres itu seharusnya dilaksanakan lada Desember 2024.

“Sebenarnya kongres ini seharusnya sudah dilakukan pada Desember 2024 kemarin, cuma karena satu dan lain hal akhirnya kita undur dan minggu depan ini atau tanggal 1-2 November kongres akan kami lakukan,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Rabu, (29/10/2025).

Dia menjelaskan terdapat dua agenda utama dalam Kongres III Projo. Pertama, pemilihan ketua umum untuk periode berikutnya.

“Agenda kedua adalah penyampaian sikap resmi Projo yang menyatakan komitmennya mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” lanjutnya.

Projo juga mengundang Prabowo dan Gibran untuk hadir dalam kongres tersebut. ***

Leave a Reply