Jakarta, EDITOR.ID,- Sebuah kehormatan, Pengurus DPN Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) diundang makan siang oleh Khairil Hamzah, pemilik Kantor Jasa Konsultan Hukum Khairil Hamzah and Associated Law Firm. SS Budi Rahardjo CEO Majalah Eksekutif dan Matra, Pemred Indonews.id Asri Hadi dan Pemred EDITOR.ID Edi Winarto pun meluncur ke markas kantor lawyer tersebut.
Suasana pertemuan di kantor Khairil Hamzah and Associated di Jalan Sungai Sambas III No. 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berlangsung akrab dan santai.
Kedatangan para jurnalis senior itu langsung disambut jamuan secangkir kopi hangat dan kudapan singkong goreng yang mengunggah aroma.
Di sela percakapan, Drs. Khairil Hamzah, SH, MH memberikan selembar kartu nama yang masih terasa wangi percetakan.
“Ini kartu nama saya yang baru,” ujarnya sambil tersenyum. Selembar kertas kecil tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan simbol perjalanan panjang yang tak hanya berganti alamat dan gelar, tetapi juga menandai pergeseran arah hidup.

Khairil Hamzah, yang selama ini dikenal sebagai pengacara tangguh, kini melebarkan sayap menerjuni dunia baru, dunia bisnis.
Dalam kartu nama barunya, ia kini tercatat sebagai Komisaris PT RBS Samba Investama, sebuah langkah yang menegaskan dirinya tidak hanya berdiri di ranah hukum, tetapi juga merambah ke dunia kewirausahaan.
“Belakangan ini saya banyak belajar dari entrepreneur muda, yang punya pemikiran strategis, bahkan sudah jadi miliarder,” ujarnya dengan nada bersahabat.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap terbuka Khairil—bahwa proses belajar tidak mengenal usia. Dari ruang sidang hingga meja perundingan bisnis, ia menyadari bahwa pengacara bisnis masa kini dituntut lebih dari sekadar ahli hukum.
Metamorfosis Peran
Sebagai corporate lawyer, Khairil terbiasa mengawal pendirian badan usaha, perumusan kontrak, hingga proses merger dan akuisisi. Kini, dengan peran barunya di PT RBS Samba Investama, ia mengambil posisi lebih strategis: tak sekadar menafsir pasal, bukan hanya menjaga kepatuhan hukum, tetapi juga ikut membangun arah investasi.
“Saya tertarik juga menjadi entrepreneur,” katanya lagi, kali ini dengan sorot mata yang menyimpan penuh tekad.
“Tak sekadar pengacara hukum bisnis, tapi ikut masuk ke dunia investasi, agar bisa membantu pemilik bisnis memahami apa yang sedang mereka hadapi saat proses hukum berlangsung,”
Kalimat itu menegaskan metamorfosis dirinya: dari seorang penjaga pagar hukum menjadi jembatan yang menghubungkan dua dunia—hukum dan bisnis.
Dan seperti kartu nama barunya yang bersih dan tegas, ia pun tengah menuliskan bab baru dalam kisah hidupnya—sebuah perjalanan dari meja sidang menuju ruang investasi, dari teks hukum menuju dinamika pasar, dari mikrofon pengacara menuju megapon entrepreneur.
Menulis Bab Baru
Jejak Khairil kini bergerak dari teks hukum menuju dinamika pasar, dari mikrofon pengacara menuju megapon entrepreneur. Seperti kartu nama barunya yang bersih dan tegas, perjalanan ini menandai fase baru dalam kariernya
Di persimpangan antara hukum dan bisnis, Khairil Hamzah sedang menulis bab berikutnya: sebuah perjalanan yang mungkin akan menginspirasi banyak profesional hukum lain untuk tak hanya berperan sebagai penasihat, tetapi juga sebagai pelaku dalam lanskap investasi dan kewirausahaan. (*)












