Sebagai refleksi akhir tahun 2021 Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) adakan webinar ?Potret Pemberantasan Korupsi di Indonesia?, pada Kamis (16/12) malam.
?Agenda ini sebagai refleksi pemberantasan korupsi pada tahun 2021 sekaligus peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia,? ujar Sekjen PPI UK yang sekaligus Mahasiswa University of York, Abdul Kodir.
Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo yang menjadi pembicara dalam webinar tersebut mengatakan Indonesia telah mengalami jatuh bangun pemberantasan korupsi.
?Kalau rujukannya pada sejarah, Indonesia sudah mengalami jatuh bangun dalam upaya pemberantasan korupsi,? ungkapnya.
Adnan turut menyoroti pelemahan badan korupsi sejak era orde lama hingga kini.
?Sejak PARAN misalnya pada era orde lama, PPK dan Opstip yang dibentuk pada orde baru, atau TGPTPK yang dibentuk pada era transisi, KPK-PN yang dilebur fungsinya di dalam KPK yang dibentuk pada era reformasi, jelas bahwa sejarah berulang. Semua badan anti korupsi yang dibentuk itu bubar, atau mengalami pelemahan,? jelas Adnan.
Adnan mengatakan KPK telah bekerja ekstra untuk menangani tindakan korupsi mulai dari daerah hingga koruptor kelas kakap.
Namun, menurut Adnan, hal itu yang membuat KPK secara institusi dilemahkan.
?Kalau kita rujuk pada kerja-kerja KPK sebelum UU KPK direvisi, kita bisa melihat banyak perkara-perkara korupsi yang ditangani oleh lembaga ini, mulai dari kasus yang sifatnya itu high level of corruption, melibatkan mereka-mereka yang disebut pelaku kelas kakap hingga kepada kasus-kasus di daerah. Nah ini, persoalan-personalan yang justru kemudian membuat KPK akhirnya dikebiri,? ujarnya.












