Bakal Diujicoba Distribusi Pupuk Bersubsidi Melalui Jalur Kereta Api.

  • Bagikan
img 20220115 wa0013
img 20220115 wa0013

EDITOR.ID,Semarang– PT Pupuk Indonesia (Persero) segera melakukan uji coba pengiriman pupuk subsidi dengan menggunakan moda transprtasi jalur kereta api, sebagai upaya untuk memastikan kelancaran dan ketersediaan stok pupuk subsidi di berbagai daerah.

” Dalam rangka kesiapan pendistribusian pupuk subsidi melalui jalur kereta api ini, sebelumnya juga mengunjungi gudang-gudang di Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Klaten,” ungkap Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, saat mengunjungi gudang pupuk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, dalam rangka kesiapan pendistribusian pupuk subsidi melalui jalur kereta api ini, sebelumnya dia juga mengunjungi gudang-gudang di Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Klaten.

Namun dalam kunjungannya di gudang pupuk Magelang, saat ini proses produksi pupuk berjalan dengan sangat baik, sehingga pihaknya perlu memastikan untuk pendistribusian pupuk harus berjalan dengan baik juga.

“Jadi rencana pemanfaatan jalur kereta api ini adalah opsi supaya kita tidak hanya bergantung pada jalan raya saja. Selain tidak terkena macet, dengan alternatif ini kita juga bisa mengangkut pupuk dengan lebih banyak,” ujar Gusrizal.

Menurutnya, pengangkutan pupuk subsidi melalui jalur kereta api menjadi semakin tepat mengingat sejumlah gudang pupuk di Jawa Tengah, terutama yang dikelola oleh PT Pupuk Sriwidjadja Palembang, memiliki lokasi yang berdekatan bahkan dilewati oleh jalur kereta api, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bentuk diversifikasi moda transportasi pupuk subsidi.

“Jadi gudang pupuk di Jawa Tengah yang dilewati oleh jalur kereta api, merupakan gudang pupuk yang berada di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Sleman, hingga Klaten. Wilayah ini juga merupakan sentra pertanian dengan alokasi pupuk subsidi yang cukup besar,” paparnya.

Pemanfaatan jalur kereta api, lanjutnya, yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini juga merupakan bentuk sinergi sesama perusahaan BUMN. Selain sinergi, upaya ini juga merupakan bentuk komitmen Pupuk Indonesia dalam penyediaan pupuk subsidi sesuai prinsip 6 tepat.

“Adapun prinsip 6 tepat ini adalah tepat waktu, tepat tempat, tepat jumlah, tepat mutu, tepat harga, dan tepat jenis,” tuturnya,

Gusrizal berharap, opsi angkutan kereta api ini dapat menjadi salah satu langkah yang cukup baik untuk memitigasi kendala teknis dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan. Seperti kendala kemacetan di jalan raya, perbaikan jalan dan jembatan, hingga keterbatasan armada dari transportir.

“Dengan demikian pendistribusian kita bisa menjadi lebih kuat. Karena selain jalur jalan raya dan kapal laut, kini juga menggunakan jalur kereta api,” ujarnya.(tim)

 63 Total Pengunjung,  1 Pembaca Hari ini

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan