Projo Hapus Logo Wajah Jokowi, Budi Arie Pisah dengan Jokowi?

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menjelaskan nantinya logo Projo tidak lagi menggunakan wajah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan perubahan logo ini menjadi langkah transformasi organisasi sekaligus penegasan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu.

Ketum Projo Budi Arie Saat Membisiki Sesuatu ke Jokowi Foto: instagram @budiariesetiadi)

Jakarta, EDITOR.ID,- Loyalitas relawan Pro Jokowi (Projo) dengan mascot politiknya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), tampaknya sudah berakhir. Berkembang rumor Projo sudah berpisah pertemanan dengan Jokowi. Kode perpisahan terlihat dari berubahnya logo Projo yang tak lagi memajang foto siluet Jokowi.

Sinyal kedua adanya perpisahan tersebut, Jokowi batal menghadiri Kongres III Relawan Pro-Jokowi (PROJO) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Sumber EDITOR.ID membenarkan adanya keretakan hubungan antara Ketum Projo Budi Arie Setiadi dengan tokoh panutannya, Jokowi. Namun sumber EDITOR tak merinci apakah hal ini terkait dengan dicopotnya jabatan Budi Arie dari kursi Menteri Koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Memang benar Pak Budi Arie berpisah dengan pak Jokowi, tapi apakah hal ini karena dicopotnya jabatan Budi Arie dari kursi Menteri Koperasi, saya belum tahu,” ujarnya.

Projo Akan Hapus Jokowi dari Logonya

Organ relawan Projo sedang menggelar Kongres III di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Dalam kongres kali ini, salah satu agenda penting yang dibahas adalah perubahan logo organisasi. Gambar wajah Jokowi akan dihapus.

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menjelaskan nantinya logo Projo tidak lagi menggunakan wajah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ia menegaskan perubahan logo ini menjadi langkah transformasi organisasi sekaligus penegasan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu.

“Kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan diputuskan di kongres ketiga ini. Logo Projo akan kami ubah, supaya tidak terkesan mengkultuskan individu,” ujar Budi Arie usai pembukaan Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan.

Namun, Budi Arie menjelaskan organisasi sukarelawan itu kemungkinan akan tetap menggunakan nama Projo.

“(Ubah nama) enggak, sementara itu. Nanti kami lihat mekanisme persetujuan dari teman-teman Kongres,” jelasnya.

Budi Arie juga menjelaskan Projo tidak akan mendirikan sebuah partai, tetapi bergabung dengan parpol yang sudah ada.

“Projo tidak akan menjadi partai, tetapi akan bergabung,” tuturnya.

Dia juga mengaku dirinya kemungkinan akan bergabung dengan Gerindra. Hal ini untuk mendukung dan memperkuat program politik Presiden Prabowo.

“Jadi, mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa, saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden Prabowo langsung di sebuah forum,” kata Budi Arie.

Mantan Menkominfo di era Jokowi ini menegaskan akan memperkuat partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

“Yang pasti begini, kami akan mendukung partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Iya lah, pasti Gerinda. Nanti kami tunggu dinamika di kongres ketiga ini,” jelas Budi Arie.

Jokowi Batal Hadiri Kongres III PROJO, Ada Apa?

Sinyal perpisahan Jokowi dengan Projo juga tergambar dari tidak hadirnya mantan Walikota Solo itu dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Kabar ini disampaikan langsung oleh ajudannya, Kompol Syarif Muhammad.

Perwira menengah Polri tersebut berdalih Jokowi tidak hadir lantaran tim dokter menganjurkan ayah Wapres RI Gibran Rakabuming Raka itu beristirahat.

“Karena pertimbangan tim dokter yang menganjurkan Bapak (Jokowi) untuk beristirahat dan tidak beraktivitas di luar ruangan. Beliau belum dapat menghadiri Kongres III Projo,” kata Syarif.

Nantinya, Jokowi akan menyampaikan pesan dan semangat bagi Projo melalui tayangan video.

“Sebagai gantinya, Bapak telah mengirimkan video singkat berisi pesan dan semangat bagi seluruh Keluarga Besar Projo dan peserta kongres,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Relawan Projo Budi Arie Setiadi mengatakan kongres itu seharusnya dilaksanakan lada Desember 2024.

“Sebenarnya kongres ini seharusnya sudah dilakukan pada Desember 2024 kemarin, cuma karena satu dan lain hal akhirnya kita undur dan minggu depan ini atau tanggal 1-2 November kongres akan kami lakukan,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Rabu, (29/10/2025).

Dia menjelaskan terdapat dua agenda utama dalam Kongres III Projo. Pertama, pemilihan ketua umum untuk periode berikutnya.

“Agenda kedua adalah penyampaian sikap resmi Projo yang menyatakan komitmennya mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” lanjutnya.

Projo juga mengundang Prabowo dan Gibran untuk hadir dalam kongres tersebut. ***

Leave a Reply