Presiden Jokowi Lantik Jenderal Keturunan Walisongo Pimpin TNI AD

  • Bagikan
presiden ri joko widodo (jokowi) melantik panglima komando strategis angkatan darat (pangkostrad) letnan jenderal (letjen) tni dudung abdurachman sebagai kepala staf tni angkatan darat (ksad) foto istana
presiden ri joko widodo (jokowi) melantik panglima komando strategis angkatan darat (pangkostrad) letnan jenderal (letjen) tni dudung abdurachman sebagai kepala staf tni angkatan darat (ksad) foto istana

EDITOR.ID, Jakarta,- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melantik Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Konon kabarnya Jenderal Dudung berdarah atau trah dari Sunan Gunung Jati Cirebon. Artinya Jenderal Dudung masih keturunan dari Walisongo, para sunan penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Dilansir wikipedia.org, Letjen Dudung Abdurachman ternyata punya silsilah dan keturunan langsung Sunan Gunung Jati Cirebon.

Jalurnya dari Pangeran Sumbu Mangkurat Sari yang memiliki putra (Pangeran Syeikh Pasiraga) Depok, Cirebon dari jalur cicitnya yang bernama Muharom Wira Subrata.

Sementara itu Pelantikan Dudung Abdurachman sebagai KSAD dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 107/TNI/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang ditetapkan di Jakarta tanggal 17 November 2021.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden mendiktekan penggalan sumpah jabatan.

Dudung menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang sebelumnya telah dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI. Dengan pelantikan dirinya sebagai KSAD itu, maka pangkat Dudung Abdurachman naik satu tingkat menjadi jenderal.

letjen dudung calon kuat ksad
letjen dudung calon kuat ksad

Pria kelahiran 19 November 1965 ini adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988. Sebelum menjadi Pangkostrad, Dudung pernah menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Jayakarta dan Gubernur Akmil.

Letjen Dudung Abdurachman dilahirkan di Bandung, 19 November 1965, putra dari pasangan Bapak Nasuha dan Ibu Nasyati PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.

Dudung menyelesaikan sekolah dari SD sampai SMA di Kota Bandung (1972-1985). Ia lulus SMA Negeri 9 Bandung pada tahun 1985 dan kemudian mendaftarkan diri di Akabri Darat.

Letjen Dudung Abdurachman, merupakan lulusan Akmil 1988 dari kecabangan Infanteri.

Tahun 2015-2016 menjabat sebagai Wagub Akademi Militer. Keluar dari lingkup Akademi Militer, Dudung Abdurachman juga pernah menjabat sebagai staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Hingga pada 2018, ia kembali ke lingkup akademi militer dan menjabat sebagai Gubernur Akmil hingga 2020.

Dia pernah menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya tahun 2020-2021.

Dan jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sejak 2021 hingga sekarang.

Nama Letjen Dudung Abdurachman sempat viral beberapa waktu lalu. Sebelum menjabat Pangkostrad, Dudung mengemban tugas sebagai Pangdam Jaya.

Sosoknya pernah menjadi sorotan saat bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.

Dia juga mengancam akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Tidak lama kemudian pemerintah menyatakan organisasi tersebut terlarang.

Pengamat militer Asri Hadi menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses atas pelantikan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman sebagai KSAD.

asri hadi
asri hadi

“Semoga Angkatan Darat kian disegani dunia dan mampu menjalankan amanah dari rakyat dan negara, Semoga pak Jenderal Dudung dalam menjalankan tugas negara mendapat lindungan dari Allah SWT, dan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Asri Hadi yang juga pernah menjadi Staf Pengajar Seskoal di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Lebih jauh Asri Hadi mengatakan sejak awal ia memprediksi Dudung akan menggantikan Jenderal Andika. Pasalnya Jenderal Dudung merupakan kandidat paling menonjol.

“Posisi pak Jenderal Dudung sebagai Pangkostrad sangat strategis dalam tubuh TNI sehingga memiliki peluang yang cukup besar,” ujar Asri Hadi.

Menurutnya posisi tersebut merupakan suatu prestasi yang sudah diputuskan melalui banyak pertimbangan. Selain itu, jabatan Dudung sebagau Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jayakarta pada periode 2020—2021 juga memperkuat peluangnya.

Hadir sebagai saksi yaitu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain itu, turut hadir antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. ( tim)

 116 Total Pengunjung,  6 Pembaca Hari ini

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan