Jakarta, EDITOR.ID,- Genting Malaysia resmi mengakuisisi lahan seluas 152 hektare di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,05 triliun (sekitar 593 juta ringgit Malaysia).
Transaksi dilakukan melalui anak usaha PT Genting Properti Abadi (GPRA) dan PT Genting Properti Jaya (GPRJ) dari tiga pemilik lahan: PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Aftanesia Raya, dan PT Primatama Cahaya Sentosa.
Perjanjian jual beli bersyarat telah ditandatangani pada Juli 2024. Hingga Desember 2025, proses penyelesaian Akta Jual Beli (AJB) dijadwalkan rampung guna memulai tahap pengembangan lebih lanjut.
Transaksi didanai melalui kombinasi kas internal dan pinjaman bank. Meski rasio utang meningkat, perusahaan memproyeksikan tidak ada dampak negatif signifikan terhadap laba bersih tahun buku 2024.
Lahan pertama (80 ha) senilai Rp1,76 triliun. Lahan kedua (72 ha) senilai Rp288 miliar.
Investasi besar ini bukan sekadar ekspansi, melainkan strategi Genting untuk mengembangkan kawasan komersial terpadu dan residensial premium di Sentul. Dengan lokasi strategis sebagai penyangga ibu kota, proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Jabodetabek.
Genting menegaskan fokusnya bukan lagi pada resor seperti di Malaysia, melainkan membangun lifestyle centre yang menjadikan Sentul sebagai destinasi gaya hidup baru.
Melansir dari Warta Ekonomi, Genting berencana mengembangkan kawasan residensial premium dan komersial terpadu (lifestyle centre). Proyek ini menegaskan pergeseran fokus Genting dari model bisnis resor ke arah destinasi gaya hidup modern di wilayah penyangga ibu kota.
Dalam dunia properti Investasi ini terbilang besar dan bukan sekadar ekspansi semata, melainkan ada strategi Genting untuk mengembangkan kawasan komersial terpadu dan residensial premium di Sentul City.
Adapun kawasan Sentul City dinilai lokasi strategis sebagai penyangga ibu kota Jakarta sehingga proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja khususnya bagi penduduk yang bermukim di wilayah Jabodetabek.
Dalam laman resminya Genting menegaskan, fokusnya bukan lagi seperti pada resor di Malaysia, di Sentul City Genting membangun lifestyle centre yang menjadikan Sentul sebagai destinasi gaya hidup modern.
Genting Group didirikan oleh Tan Sri Lim Goh Tong pada tahun 1965 dan saat ini dipimpin oleh Tan Sri Lim Kok Thay.
Genting Group telah berkembang menjadi konglomerasi yang sangat berpengaruh di Asia.
Melalui perusahaan induk utamanya, seperti Genting Malaysia Berhad dan Genting Plantations Berhad, grup ini terlibat dalam berbagai sektor industri, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga pengembangan dan pengoperasian resort terintegrasi kelas dunia.
Bisnis yang dikembangkan seperti Resort, hiburan, perhotelan, kasino, perkebunan, tenaga listrik, minyak dan gas, properti, juga pariwisata terintegrasi. (*)












