Muncul Petisi Cabut Ijin Siaran Trans 7 Ditandatangani Lebih dari 10 Ribu, Buntut Tayangan Lecehkan Kiai dan Pesantren

Pembuat petisi tampaknya sangat kecewa pada Trans 7 yang menayangkan video yang dianggap menghina dan merendahkan tradisi dan nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh pesantren selama ini.

Tangkapan Layar Kanal Youtube @BejoNdunyoAkhirot menayangkan ulang video program siaran Trans7 yang memperlihatkan para santri dan jamaah sedang menyalami kiai yang sedang duduk

Jakarta, EDITOR.ID,- Dampak tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans 7 pada 13 Oktober 2025. berbuntut panjang. Para santri dan alumni meradang. Tayangan tersebut dinilai telah merendahkan martabat kiai, santri, dan komunitas pesantren. Tayangan ini memicu kemarahan dan kontroversi.

Tayangan Trans 7 ini mendapat banyak kecaman dari berbagai kalangan utamanya umat dan para santri. Tidak hanya sampai disitu, kini beredar luas ajakan untuk memboikot tayangan-tayangan dari stasiun televisi milik pengusaha Chairul Tanjung tersebut di media sosial.

Selain menggema ajakan boikot, kini muncul petisi online dalam situs change.org berupa desakan untuk mencabut izin siaran Trans 7 buntut atas tayangannya yang dinilai menghinakan dan merendahkan martabat kiai, santri, dan komunitas pesantren.

Petisi tersebut diterbitkan pada hari ini, Selasa (14/10/2025), oleh Ahmad Hassan Tsabit dan dalam waktu sekejap sudah ditandatangani sekitar 10.479 sampai dengan siang tadi.

“Sejak kecil, saya lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren yang penuh dengan tradisi akhlak dan ajaran agama serta sosial yang sangat kuat. Pondok pesantren telah lama menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan karakter bagi generasi muda Indonesia, bahkan jauh sebelum negara Indonesia berdiri,” demikian keterangan dalam petisi tersebut.

“Banyak kiai kami yang bahkan rela berkorban jiwa dalam perjuangan melawan penjajah demi kemerdekaan republik ini,” tambahnya.

Pembuat petisi tampaknya sangat kecewa pada Trans 7 yang menayangkan video yang dianggap menghina dan merendahkan tradisi dan nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh pesantren selama ini.

“Terlebih, mereka melakukan tindakan tidak terpuji ini dengan menampilkan cuplikan dari Pondok Pesantren Lirboyo dan kiai sepuhnya dengan narasi yang sangat merendahkan,” ungkap Ahmad Hassan Tsabit sebagaimana dilansir dari Jawa Pos.com.

Pembuat petisi lebih jauh menganggap tindakan Trans7 memberikan dampak yang sangat negatif berupa pencemaran nama baik terhadap pesantren yang telah banyak berjasa untuk perjuangan kemerdekaan bangsa hingga menyuplai banyak orang untuk berkontribusi mengisi kemerdekaan selama puluhan tahun pada negeri ini.

“Kami tidak bisa hanya berdiam diri melihat pelecehan terhadap institusi agama dan pendidikan ini terus terjadi tanpa ada tindakan.!Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah, khususnya lembaga terkait, untuk segera mencabut izin siaran Trans 7 beserta semua channel terkait lainnya,” tegasnya

“Sudah saatnya mempertimbangkan kembali standar etika dan tanggung jawab media dalam menyajikan konten yang edukatif dan berintegritas,” imbuhnya.

Pihak Trans 7 melalui keterangan resminya telah menyampaikan permohonan maaf atas tayangan yang menyinggung kiai, santri, dan komunitas pesantren. Stasiun televisi tersebut mengakui adanya kesalahan dalam tayangan Expose Uncensored hingga membuat emosi bahkan melahirkan kemarahan pada komunitas pesantren.

“Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program Xpose Uncensored Trans 7 pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP. Lirboyo,” ujar Trans 7 dalam keterangannya.

“Trans 7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap kiai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni pondok pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” imbuhnya.

Salah satu tayangan program Xpose Trans 7 sempat menayangkan video memperlihatkan para santri dan jamaah sedang menyalami kiai yang sedang duduk. Tayangan tersebut juga menampilkan potongan video pada saat kiai sedang turun dari mobil.

Video itu jadi negatif gara-gara narasi yang diberikan narator terkesan merendahkan karena menyatakan kiai seolah pemburu amplop dari santri dan para jamaahnya. ***

Leave a Reply