New York, EDITOR.ID – Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Howard William Lutnick, didesak untuk mengundurkan diri oleh Anggota DPR Thomas Massie (R-KY) karena adanya bukti baru dalam berkas Jeffrey Epstein yang menunjukkan interaksi berkelanjutan setelah tahun 2005.
Mengulik dari video viral dari postingan “Inside Politics” CNN: “Menteri Perdagangan Trump, Howard Lutnick, mengatakan bahwa dia dan istrinya memutuskan sekitar tahun 2005 untuk memutuskan hubungan dengan Jeffrey Epstein,” kata pembawa acara Manu Raju di “Inside Politics” CNN.
“Tetapi rilis terbaru menunjukkan bahwa ada beberapa korespondensi setelah itu, bahkan setelah Epstein mengaku bersalah atas kejahatan seksual pada tahun 2008. Pertanyaan apa yang Anda miliki tentang hubungan Lutnick dengan Epstein, dan haruskah dia hadir di hadapan Kongres dan memberikan kesaksian?” tanya Raju.
“Tidak, dia seharusnya mengundurkan diri saja. Maksud saya, ada tiga orang di Inggris Raya yang mengundurkan diri dari dunia politik. Duta Besar Inggris Raya untuk Amerika Serikat, pangeran kehilangan gelarnya karena hal yang lebih ringan daripada kebohongan yang dilakukan Howard Lutnick,” kata Massie kepada Raju dalam sebuah klip yang disorot oleh Mediaite.
Berawal dari kebohongannya terkait hubungan Menteri Perdagangan AS, Lutnick yang sebelumnya menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein pada tahun 2005 karena menganggapnya “menjijikkan”. Namun, dokumen Departemen Kehakiman yang baru dirilis malah justru menunjukkan korespondensi dan interaksi bisnis hingga tahun 2018 pada pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak ini.
Dari yang tersirat dalam Epstein Fails pada tahun 2012 mengindikasikan bahwa Lutnick dan keluarganya merencanakan kunjungan ke pulau pribadi Epstein, Little St. James, itu berarti empat tahun setelah Epstein dihukum karena kejahatan seksual.
Terkuak bahwa Lutnick dan Epstein tercatat berinvestasi bersama dalam perusahaan teknologi iklan bernama AdFin pada akhir tahun 2012.
Data Epstein Fails menunjukkan bahwa Lutnick dan Epstein masing-masing menandatangani perjanjian pada tanggal 28 Desember 2012 untuk mengakuisisi saham di AdFin.
Epstein berinvestasi melalui Southern Trust Company, sementara Lutnick berinvestasi melalui perusahaan terbatas (LLC) yang berafiliasi dengan Cantor Fitzgerald, tempatnya menjabat sebagai CEO.
Tanda tangan keduanya muncul pada halaman-halaman yang berdekatan dalam dokumen kontrak investasi yang sama.
Dokumen tersebut juga mengungkap bahwa mereka tetap berkomunikasi dan berbisnis setidaknya hingga 2014, meskipun sebelumnya Lutnick mengklaim telah memutuskan hubungan dengan Epstein pada 2005.
Temuan inilah yang muncul dalam dokumen “Epstein Files”, hingga memicu seruan agar Lutnick mengundurkan diri dari jabatannya karena bertentangan dengan pernyataannya sebelumnya yang menyebut ia tidak pernah lagi berhubungan dengan Epstein setelah tahun 2005.
AdFin Solutions Inc. adalah perusahaan yang menawarkan kecerdasan (intelijen) untuk pembeli iklan online, namun investasi tersebut dilaporkan tidak berjalan baik dan akhirnya perusahaan tersebut tutup.
Thomas Massie menyatakan bahwa Lutnick harus mundur untuk memudahkan posisi Presiden Trump, membandingkannya dengan tokoh-tokoh di Inggris (seperti Pangeran Andrew) yang kehilangan posisi mereka karena keterkaitan yang lebih ringan.
Selain Massie, beberapa politikus Demokrat seperti Senator Adam Schiff dan Ted Lieu juga mendesak pengunduran diri Lutnick dengan alasan integritas dan kejujuran publik.
Meskipun mendapat tekanan, pihak Gedung Putih dan Departemen Perdagangan saat ini tetap mendukung Lutnick, menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya media untuk mengalihkan perhatian dari pencapaian administrasi.
Howard William Lutnick (lahir 14 Juli 1961) adalah seorang pengusaha dan pejabat pemerintah Amerika yang menjabat sebagai sekretaris perdagangan Amerika Serikat ke-41 sejak Februari 2025.
Pada tahun 1983, Lutnick dipekerjakan di Cantor Fitzgerald di bawah bimbingan pendiri perusahaan, B. Gerald Cantor .
Lutnick adalah Menteri Perdagangan Amerika Serikat ke-41 yang menjabat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump sejak Februari 2025.
Dikonfirmasi oleh Senat AS pada 18 Februari 2025 dengan hasil pemungutan suara 51-45. Selain sebagai Menteri Perdagangan, ia juga diberi tanggung jawab langsung atas Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).
Lutnick merupakan pendukung kuat kebijakan tarif Trump, yang mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025.
Lutnick memandang tarif sebagai instrumen penting untuk melindungi pekerja Amerika.
Latar Belakang sebelum masuk ke pemerintahan Trump, Lutnick adalah CEO dari perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald selama lebih dari 30 tahun.
Lutnick juga dikenal sebagai penyintas serangan 11 September (9/11) setelah hampir seluruh karyawannya tewas dalam peristiwa tersebut.
Per Februari 2025, Lutnick menghadapi desakan dari sejumlah anggota parlemen (seperti Adam Schiff dan Thomas Massie) untuk mengundurkan diri. Hal ini dipicu oleh rilis dokumen yang menunjukkan adanya hubungan bisnis dan interaksi dengan Jeffrey Epstein di masa lalu, meskipun pihak Departemen Perdagangan menyatakan interaksi tersebut sangat terbatas. (*)












