Memilukan Bayi Dibuang di Yogya, Sang Ibu Tak Mampu Merawat Karena Miskin

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Hari Susanto (47) yang mendengar suara mencurigakan menyerupai tangisan anak kucing di sekitar teras rumahnya.

Bayi yang Dibuang Ibunya di Sleman Yogyakarta Foto Instagram

Sleman, Yogyakarta, EDITOR.ID,- Kisah memilukan terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY. Seorang ibu tega membuang bayinya yang baru dilahirkan. Sang ibu terpaksa membuang bayinya karena kemiskinan. Si ibu berjanji akan mengambil bayinya satu tahun lagi jika ekonominya sudah membaik.

Bayi tak berdosa itu ditemukan warga di Dusun Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, pada Minggu 26 Oktober 2025 sekira pukul 05.30 WIB.

“Benar ditemukan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki,” ujar Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun kepada wartawan.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Hari Susanto (47) yang mendengar suara mencurigakan menyerupai tangisan anak kucing di sekitar teras rumahnya.

“Setelah dicek, saksi mendapati sebuah kardus di atas kursi kayu yang ternyata berisi seorang bayi dengan penutup kepala berwarna putih,” ujar AKP Salamun.

Ia menambahkan, saksi kemudian menghubungi warga sekitar bernama Sunarni (74) dan Sawarno (74) serta perangkat dusun Budi Winarno (39) untuk meminta bantuan.

Tak lama kemudian, bidan desa Diana Kartika (45) datang ke lokasi bersama Bhabinkamtibmas Wedomartani Aiptu Farid Toni, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke piket siaga Polsek Ngemplak.

Petugas Polsek Ngemplak yang mendatangi TKP, bersama tim INAFIS Polresta Sleman. Petugas segera mengamankan lokasi dengan memasang police line dan membawa bayi tersebut ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Sang Ibu Tinggalkan Surat Nama Bayi

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan, selembar kertas bertuliskan nama bayi ‘Alexander Piter Guslin’. Surat dari orang tua bayi yang berisi permohonan maaf serta alasan menitipkan anak karena kesulitan ekonomi, satu pampers dan satu kaleng susu.

Salamun menambahkan menurut pemeriksaan tim medis, kondisi bayi tampak kuning diduga karena kekurangan asupan ASI. Namun secara umum kondisi bayi sehat dan stabilm

Dari hasil pemeriksaan RS Bhayangkara menyebutkan bahwa tali pusar bayi telah kering dengan berat badan 2,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter.

Kondisi bayi tampak kuning, diduga karena kurang asupan ASI, namun secara umum dalam keadaan sehat dan stabil.

“Secara umum dalam keadaan sehat dan stabil. Saat ini polisi masih mencari orang tua yang tega membuang anaknya,” ujarnya. ***

Leave a Reply