Keponakan Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Persiapan Jadi Menteri Keuangan 2024-2029?

Bendahara Umum Partai Gerindra ini dilantik sebagai Wamenkeu II. Kehadiran Thomas akan jadi tambahan “mesin baru” dalam membantu tugas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono Baru Dilantik di Istana Negara Foto Instagram @ThomasDjiwandono

“Ini kan bagian dari keberlanjutan pak Suahasil tugasnya mengawal pelaksanaan APBN tahun 2024 sedangkan pak Tommy ditugaskan untuk menyiapkan, mengawal penyiapan APBN 2025. Jadi oleh karena itu, ini bagian dari keberlanjutan,” imbuhnya.

Tommy memastikan dirinya akan bekerja erat dengan Menkeu Sri Mulyani. Selain itu, dia akan bekerja sama dengan Wamenkeu I Suahasil Nazara.

“Saya akan bekerja erat dengan Ibu Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, dengan Wakil Menteri Keuangan I Pak Suahasil Nazara,” ucap Tommy setelah pelantikan.

Lebih lanjut, Tommy mengungkap tugasnya sebagai Wamenkeu II. Secara spesifik, dia akan memastikan kelanjutan mengenai anggaran di 2025 agar selaras dengan yang dicetuskan Presiden Jokowi.

“Tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut anggaran terutama di 2025 itu selaras dengan apa yang dicetuskan Pemerintah sekarang dan tentunya program-program Presiden terpilih ke depan,” ujar dia.

Profil Thomas M. Djiwandono

Dunia ekonomi dan Tommy, sapaan akrab Thomas memang sangat dekat. Keponakan Prabowo Subianto ini memiliki ‘darah biru’ ekonom.

Mengutip laman Gerindra, Thomas M. Djiwandono, biasa dipanggil Tommy, lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Tommy adalah anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Thomas merupakan anak dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedradjad Djiwandono yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sedangkan ibunya Bianti adalah kakak kandung Prabowo Subianto pendiri Partai Gerindra. Thomas juga merupakan cicit R.M Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Thomas sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

Mengenai pendidikan, Thomas sekolah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta. Sementara kuliahnya di luar negeri. Ia kuliah di bidang studi sejarah di Haverford Colloge, Pennsylvania, Amerika Serikat dan mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Kariernya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan 1994 di Indonesia Business Weekly. Selain itu, Tommy pun pernah berkerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, kariernya terus meningkat saat pamannya Hashim Djojohadikusumo memintanya untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis.

Sementara di dunia politik, Tommy juga pernah menjadi caleg Partai Gerindra di Provinsi Kalimantan Barat. Kini, dia menduduki posisi Bendahara Umum Partai Gerindra.

Leave a Reply