Jakarta, EDITOR.ID,- Pengacara dari KHP Law Firms Khairil Hamzah mengalami “miracle” saat kunjungannya selama 10 hari di negara Eropa. Ia mengunjungi Belanda hingga Perancis. Namun, yang membuatnya bergetar saat perjalanannya tiba-tiba berujung ke tanah Suci, Makkah.

Khairil Hamzah mengatakan perjalanannya dalam rangka memperkenalkan potensi pengusaha desa di sebuah Pameran di negara Belanda. Usai perjalanannya di Eropa, Khairil kemudian pulang ke tanah air. Namun ditengah perjalanan pesawat yang ditumpangi Khairil harus transit di Jeddah, bandara negara Arab Saudi.

Ia kaget ketika pesawatnya transit di Jeddah. Seperti diberi petunjuk dari langit. Kesempatan ini tak disia-siakan. Lawyer yang juga kerap mengisi forum motivasi itu pun berniat mengunjungi Kota Suci Mekkah dan melaksanakan ibadah Umroh sekalian. Bersama rombongan Khairil pun menjalankan ibadah Umroh dengan khusuk.
“Karena transit di Jedah cukup lama yakni 10 jam, kami berenam memutuskan melaksanakan umrah,” tulisnya dalam unggahan usai pulang dari perjalanan 10 hari di Eropa, Jum’at (8/11/2025).
Transit 10 jam di Bandara Jeddah. Bagi sebagian orang, itu hanya jeda perjalanan yang melelahkan pulang dari Eropa.
Dari lorong bandara, hingga Masjidil Haram, ia menyimpulkan satu hal: era ini sedang masuk ke fase paling berkah dalam peradaban manusia. Bukan hanya karena teknologi, tapi karena struktur dan sekat sosial yang dulu rigid—pelan-pelan rontok.
Khairil membagikan pengalamannya mengunjungi negara di Eropa yakni banyak inspirasi dan peluang didapat untuk kemajuan.
“Digitalisasi menghapus jarak kehidupan, membuka kesempatan, membuat individu dari desa sekalipun bisa bersaing global,” ujarnya.

Ia membayangkan anak-anak muda dari desa dengan pendidikan terbatas, dengan modal terbatas, tapi kini dapat bermitra dengan siapa pun—bangsa manapun—tanpa harus menunggu akses elite birokrasi.
Dengan pendekatan teknologi, kecepatan distribusi, platform digital lintas negara, global supply chain tipe baru, dunia bisnis benar-benar sudah tanpa batas.
“Era sekarang adalah Anugerah terbaik kepada umat manusia karena digitalisasi (tidak ada skat kehidupan), efisiensi dalam bekerja, keterbukaan,” ujarnya.
“Hal ini memberi peluang yang paling baik kepada masyarakat desa, pendidikan terbatas, modal terbatas untuk menjadi pengusaha besar dan pengusaha sukses, bersinergi dengan siapapun, bangsa manapun,” imbuhnya.
Misi Dorong Produk Desa Tembus Pasar Eropa
Lawatan Khairil Hamzah bersama Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) ke sejumlah negara di Eropa seperti Belanda, Perancis, Belgia, hingga Swiss untuk memasarkan sekaligus mendorong produk desa bisa bersaing dan menembus pasar Eropa.
Hal ini diwujudkan dengan partisipasi aktif APUDSI dalam ajang internasional Discovering The Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 yang diselenggarakan di Utrecht, Belanda, pada 1–2 November 2025.
Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar mengatakan kehadirannya beserta jajaran pengurus di event ini menjadi momentum penting bagi produk-produk unggulan dari berbagai desa di Indonesia untuk bersaing di kancah global. DMI Expo dimanfaatkan sebagai gerbang untuk menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri dan mitra internasional.
Maulidan Isbar sendiri tampil sebagai pembicara kunci dalam sesi “Taste of The Archipelago: Positioning Indonesia F&B, Herbs & Spices in Europe,” yang berlangsung di Pusat Kegiatan Bisnis dan Budaya Indonesia House Amsterdam.
Dunia saat ini untuk usaha benar benar sudah tanpa batas. Khairil pun mengutip surah Al Hujarat 11
Surat Al-Hujurat Ayat 11
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā yaskhar qaumum ming qaumin ‘asā ay yakụnụ khairam min-hum wa lā nisāum min nisāin ‘asā ay yakunna khairam min-hunn, wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazụ bil-alqāb, bisa lismul-fusụqu ba'dal-īmān, wa mal lam yatub fa ulāika humuẓ-ẓālimụn
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Khairil melihat bahwa Allah ciptakan keberagaman manusia untuk saling melengkapi dan bersinergi. ***













