Settia

Jokowi Imami Sholat, Tuan Guru Bajang Jadi Makmun

EDITOR.ID, Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga ulama muda TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku sangat berkesan dalam hidupnya ketika menggelar Sholat Magrib berjamaah dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menjadi Imam Sholat dan ia bersama Panglima TNI dan sejumlah warga menjadi makmunnya.

Kesan dan pandangan Gubernur NTB Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi tentang Jokowi ini ia ungkapkan setelah dua hari tanpa jeda mendampingi Presiden Jokowi blusukan menyapa, menghibur, tidur bersama pengungsi dan merehabilitasi korban gempa di Lombok NTB. Jokowi keliling memastikan semua rakyat yang terkena musibah gempa Lombok dapat pelayanan terbaik dari negara.

Berikut curhatan dari Tuan Guru Bajang ulama muda yg dikenal santun dan baik di mata rakyatnya :

“Shalat maghrib di mushola darurat ini tidak direncanakan. Mulanya, di jadwal Beliau ( Presiden Joko Widodo ) mendengar paparan di posko utama di Tanjung. Paparan baru berlangsung 5 menit, tiba-tiba Beliau gelisah, tengok saya lalu bilang, “Kita jenguk masyarakat saja, Tuan Guru”. Saya tanya, Pak Presiden mau jenguk di lokasi mana? Beliau jawab, terserah Tuan Guru. Lantas semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi dekat pinggir selokan,” ujar TGB Zainul Majdi dalam cuitannya.

Bapak Presiden kemudian bincang-bincang dengan masyarakat yang ada, mendadak berkerumun mengelilingi Beliau, tanya ini-itu terkait kondisi terakhir sambil bagi-bagi kerudung, buku dan sembako. Setelah itu kembali ke tenda karena sudah menjelang malam.

Jokowi kemudian menjadi imam salat magrib di salah satu lokasi pengungsian di Tanjung, Lombok, pada Senin (13/8/2018) kemarin. Jokowi menunaikan salat setelah menjenguk, membagikan kerudung, buku, dan sembako kepada para korban gempa Lombok.

“Di tengah jalan, mampir ke tempat pengungsi di tengah lapangan. Datanglah waktu maghrib, Beliau ajak kami shalat. Ajudan ingatkan, musholla tidak layak dan air minim untuk wudhu, Beliau tetap berkeras. Jadilah, kami shalat disitu,” papar TGB

Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, “Ayo, Tuan Guru”. Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan shalat sehari-hari Beliau.

Ternyata bacaan Beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish.

Habis shalat, zikir ditutup doa Beliau: Allohumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna. Lalu doa Ashabul Kahfi, “Rabbana aatinaa min ladunka..” dan ditutup dengan doa sapujagat. Terakhir mushafahah dengan jamaah.

“Terima kasih Bapak Presiden. Maghrib yang berkesan,” ujar TGB.

Lombok 13 Agustus 2018. (tim)

Leave a Reply