Janji Purbaya Harga Saham Akan Pulih Tak Terbukti, IHSG Pagi Ini Rontok Lagi

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik Grup Bakrie-Salim memimpin pelemahan dengan penurunan hingga 13,89 persen ke Rp930 per unit. Tekanan serupa juga dialami saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terafiliasi Grup Sinarmas, yang ambles 13,51 persen menjadi Rp85.550 per unit.

Ilustrasi Saham

Jakarta, EDITOR.ID,- Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menenangkan investor pasar modal dengan rasa optimis harga saham akan rebound atau menguat kembali tak terbukti. Nyatanya, pasar baru buka Senin (2/2/2026) pagi ini lebih dari 600 harga saham rontok atau terkoreksi.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan 4,92 persen ke level 7.919 atau melemah 410 poin. Posisi itu semakin menurun dibandingkan pembukaan pada level 8.306. Nilai transaksi tercatat Rp8,79 triliun, dengan volume perdagangan 14.93 miliar saham.

Hanya 64 saham yang menguat, dengan 632 saham melemah, dan 262 sisanya stagnan.

Penurunan harga saham tercatat didominasi emiten milik kelompok usaha raksasa. Penurunan harga saham big cap ini turut menjadi pemberat utama indeks.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik Grup Bakrie-Salim memimpin pelemahan dengan penurunan hingga 13,89 persen ke Rp930 per unit. Tekanan serupa juga dialami saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terafiliasi Grup Sinarmas, yang ambles 13,51 persen menjadi Rp85.550 per unit.

Dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, tekanan terlihat merata. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 12,73 persen, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang melemah 11,91 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terkoreksi 10,00 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 7,04 persen.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Grup Salim tercatat anjlok 11,18 persen. Tekanan juga datang dari saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang terafiliasi kelompok Aguan-Salim, yang melemah 9,41 persen.

Rontoknya IHSG pada perdagangan pagi ini tidak sesuai janji dan prediksi Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyatakan keoptimisan pasar bakal kembali pulih dan menguat.

“Harusnya bursanya akan naik, jadi Anda nggak usah khawatir. (Perdagangan Senin nggak akan kebakaran?) Enggak lah, pasti naik lah,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Pekan lalu, IHSG babak belur usai laporan MSCI soal kondisi pasar saham. IHSG tercatat sempat turun tajam 8 persen secara intraday pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) lalu hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit.

Setelah itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK mundur ramai-ramai.

Tekanan pasar muncul setelah pengelola indeks global MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator Indonesia menuntaskan isu kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi.

Dalam penilaiannya, MSCI menyinggung adanya masalah fundamental dari sisi investabilitas atau kelayakan investasi, dengan free float menjadi sorotan utama.

Pemerintah sudah menetapkan para pejabat sementara di bursa efek dan OJK. Pengelolaan bursa efek juga akan kembali diperbaiki.

Kembali ke Purbaya, ia sebelumnya optimis kondisi pasar saham Indonesia tidak akan terganggu karena sudah ada Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, yang menggantikan Iman Rachman usai mengundurkan diri pada Jumat (30/1).

“Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan Dirut yang ada, dari direksi yang ada dengan cepat dan itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik, jadi nggak akan ada gangguan di bursa,” tutur Purbaya.

Dengan begitu, Purbaya menilai investor akan fokus pada fundamental perekonomian Indonesia. Ia mengaku akan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada level mendekati 6% tahun ini.

“Mereka akan lihat ke fundamental, kan fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus. Akan membaik terus ke depan, tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh, bisa saya dorong mendekati 6%,” jelasnya. ****

Leave a Reply