Jakarta. EDITOR.ID,- Usulan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden menjadi isu liar yang terus muncul di media sosial. Isu ini berawal pada medio April 2025 saat puluhan purnawirawan jenderal TNI mengeluarkan delapan tuntutan yang isinya salah satunya meminta Gibran diganti.
Pasca usulan tersebut, kini isu pemakzulan Gibran menjadi pembicaraan publik saat kabinet Prabowo-Gibran memasuki bulan ketujuh pemerintahan mereka.
Usulan itu datang dari Forum Purnawirawan Prajurit Tentara Nasional Indonesia. Organisasi pensiunan TNI itu memberi delapan tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya mengenai pemakzulan Gibran.
Menanggapi hal ini Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina menyesalkan kemunculan wacana pemakzulan Gibran oleh Forum Purnawirawan TNI beberapa waktu lalu.
“Saya sangat menyesalkan delapan usulan tak bermutu dari Para Purnawirawan TNI itu. Usulan-usulan itu tidak berdasarkan riset yang mendalam dan tidak ada dasar hukumnya,”
“Tidak ada satupun dari delapan poin usulan itu yang masuk logika dan demi kebaikan Bangsa Kita. Semuanya zonk dan hanya membuat kegaduhan dan adu domba,” kata Silfester.
Menurut Silfester Wapres Gibran satu paket bersama Presiden Prabowo adalah pasangan pemimpin yang dipilih mayoritas rakyat sejumlah 58,59% atau 96.214.691 suara sah dalam Pilpres 2024.
Prabowo-Gibran sudah menang dalam proses gugatan di MK yang menggugurkan pihak Capres Anies Baswedan(01) dan Ganjar Pranowo(03) hingga ditetapkan secara resmi oleh KPU RI sebagai pemenang.
Lebih lanjut Silfester mengatakan Sejak dilantik sebagai presiden dan wapres dan sampai saat ini sudah enam bulan memerintah, Prabowo-Gibran tidak ada melanggar prosedur maupun konstitusi.
“Jadi, tidak ada alasan apapun untuk dimakzulkan sesuai UUD 1945 Pasal 7A dan 7B yang menyebutkan bahwa Presiden atau Wakil Presiden dapat diberhentikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atas usul Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum,” ucapnya sebagaimana dilansir dari jpnn.com.
Silfester Ungkap Dalang Pemakzulan Gibran
Silfester menyinyalir ada pihak-pihak atau dalangĀ yang sengaja ingin memunculkan dan meramaikan wacana pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Wacana ini sengaja dihembuskan untuk mengadu domba Prabowo, Gibran dan Jokowi serta bangsa seperti halnya polemik Ijazah Jokowi, Isu Matahari Kembar, UU TNI dan lain-lain.
Silfester Matutita menyampaikan Pemakzulan Gibran hanya sasaran antara tujuan utama adalah melengserkan Presiden Prabowo yang dilakukan oleh:
- Barisan sakit hati yang tidak dapat jabatan atau yang dicopot jabatannya di era Jokowi dan sekarang Prabowo
- Koruptor, pengusaha hitam dan politisi jahat yang terganggu urusannya












