EDITOR.ID –JAKARTA Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi sorotan. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, beras justru kompak mengalami kenaikan di hampir semua kategori, sementara cabai rawit hijau mencatat penurunan paling tajam pada perdagangan Kamis (6/8/2026).
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan kenaikan harga beras terjadi mulai dari kualitas bawah hingga super. Kondisi ini menjadi sinyal yang patut diperhatikan mengingat beras merupakan komoditas utama konsumsi rumah tangga Indonesia.
Di sisi lain, harga cabai rawit hijau justru longsor hingga Rp10.000 per kilogram, menjadi penurunan terbesar dibanding komoditas pangan lainnya.
Beras Jadi Pemicu Kenaikan Harga Pangan
Lonjakan tertinggi terjadi pada Beras Kualitas Bawah I yang naik 8,14 persen atau Rp1.200, sehingga kini diperdagangkan di kisaran Rp15.950 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada:
Beras Kualitas Bawah II menjadi Rp15.500/kg
Beras Medium I menjadi Rp16.950/kg
Beras Medium II menjadi Rp16.500/kg
Beras Super I menjadi Rp17.950/kg
Beras Super II menjadi Rp17.200/kg
Meski kenaikan pada beras premium relatif tipis, tren naik yang terjadi hampir di seluruh kategori menunjukkan tekanan harga mulai meluas.
Cabai Merah Ikut Meroket
Tak hanya beras, kelompok cabai juga mengalami gejolak harga.
Cabai Rawit Merah menjadi komoditas dengan kenaikan terbesar kedua setelah beras kualitas bawah. Harganya melonjak 7,57 persen atau Rp4.200 menjadi Rp59.700 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada:
Cabai Merah Keriting naik menjadi Rp51.700/kg
Cabai Merah Besar naik menjadi Rp51.000/kg
Kondisi tersebut diperkirakan masih dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan di sejumlah daerah sentra produksi.
Cabai Rawit Hijau Terjun Bebas
Berbeda dengan cabai merah, cabai rawit hijau justru mengalami koreksi sangat tajam.
Harga komoditas ini turun 19,16 persen atau sekitar Rp10.000, sehingga kini berada di level Rp42.200 per kilogram.
Penurunan drastis ini menjadi yang paling besar dibanding seluruh komoditas pangan yang dipantau hari ini.
Bawang Putih dan Daging Sapi Lebih Murah
Sejumlah bahan pangan lain juga mengalami penurunan harga sehingga sedikit membantu menahan laju kenaikan kebutuhan pokok.
Bawang Putih ukuran sedang turun menjadi Rp40.850 per kilogram, sementara Bawang Merah justru naik menjadi Rp41.650 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga Daging Sapi Kualitas I turun menjadi Rp148.600/kg, sedangkan Daging Sapi Kualitas II berada di angka Rp141.100/kg.
Sebaliknya, Daging Ayam Ras Segar naik menjadi Rp41.100 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Bergerak Tipis
Untuk komoditas gula, harga masih menunjukkan tren kenaikan.
Gula Premium: Rp21.050/kg
Gula Lokal: Rp19.400/kg
Sementara itu, harga minyak goreng relatif stabil.
Minyak Goreng Curah: Rp20.500/kg
Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1: Rp25.050/kg
Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2: turun menjadi Rp23.150/kg
Telur Ayam Ikut Turun
Kabar baik datang dari komoditas telur ayam ras.
Harga rata-rata nasional turun menjadi Rp29.000 per kilogram, atau berkurang sekitar Rp650 dibanding hari sebelumnya.
Penurunan ini sedikit memberikan ruang bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang selama beberapa pekan terakhir menghadapi fluktuasi harga bahan pangan.
Waspadai Tren Harga Pangan
Kenaikan harga beras yang terjadi hampir di seluruh kategori menjadi indikator yang patut dicermati. Bila tren ini berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, tekanan terhadap inflasi pangan berpotensi meningkat.
Sebaliknya, turunnya harga cabai rawit hijau, daging sapi, bawang putih, dan telur ayam menjadi penyeimbang yang dapat membantu menjaga stabilitas belanja masyarakat.
Meski demikian, harga pangan di setiap daerah tetap dapat berbeda karena dipengaruhi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan di masing-masing wilayah.**












