Jakarta, EDITOR.ID,- Alumni SMA 3 Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMAN 3 Teladan Jakarta (IKA Teladan) menggelar Rally mobil bertajuk “Teladan Metropolitan City Rally”. Peserta tumpah ruah memadati area Rally yang start di Mal Senayan City, Jakarta Selatan. Acara Rally ini juga menjadi momen istimewa dan ajang kumpul-kumpul bareng sesama alumni dalam suasana yang asyik dan bahagia.
Alumni pun ikut meramaikan, diantaranya Asri Hadi, Novi, dan Rina ikut merasakan nikmatnya wisata olahraga di Jakarta.
Peserta dilepas oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung di halaman parkir Mal Senayan City Minggu (16/11/2025) pukul 08.10 dan finish di Balaikota Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Ketua IMI Jakarta, Anando Eko, Ketua IKAT Boy Tohir, Adyaksa Daud, Ikang Fauzi, dan Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi yang juga peserta Fun Rally bersama dua kawan alumni Teladan 376.
Di ajang ini ratusan almuni SMA 3 ‘tumpah ruah’, ada sebagai panitia, petugas marshal, pengisiacara hingga peserta rally. Dan kebetulan alumni SMA 3 Jakarta punya komunitas penyuka mobil, mereka pun ikut rally tersebut di kategori Fun Rally maupun kendaraan elektrik.

Asri Hadi Bersama sesama alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta di Teladan Metropolitan Rally pagi ini 16 November start di Senayan City (Kiri) Bersama Abang dan None Jakarta (Kanan)
Diantara almuni itu ada trio 376 yaitu Novi, Rina, dan Asri Hadi yang ikut Fun Rally. Selain satu angkatan, ketiganya juga merupakan eks pegawai pemerintahan di institusi yang berbeda, Asri Hadi di Kementerian Dalam Negeri, Rina di PUPR, dan Novi dari BPN.
Walaupun mereka sudah lansia dan pensiun dari Kementerian PUPR, Kemendagri dan kantor BPN tapi semangatnya tetap sama dengan yang muda muda. Kini ketiganya telah purna tugas dan punya kesibukan masing-masing.

Asri Hadi Tampil Bersama Boy Thohir Ketua Umum IKA TELADAN yang juga kakak dari Erick Thohir Menteri Pemuda dan Olah Raga. Boy Thohir ikut membuka acara dan melepas peserta Rally Metropolitan City.
Ketika tahu ada “Teladan Metropolitan City Rally”, trio itu sepakat mengikuti kejurnas tersebut meski bukan di kategori profesional. Meski mereka sudah lansia dan pensiun dari institusi maaing-masing, tapi semangatnya tetap sama dengan yang muda muda, jadi peserta City Rally.

Alumni SMA 3 Teladan Jakarta lintas angkatan (Kiri) dan Novi alumni SMA negeri 3 teladan jakarta angkatan 76 dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung (Kanan)
Trio ini tak bermimpi jadi juara rally, bagi mereka bertemu kawan seangkatan di ajang itu lebih menarik daripada dikalungi medali pemenang. Momen satu mobil dari pos satu ke pos lainnya membuat mereka makin inten dalam komunikasi dan itu lebih bermakna dibanding menghitung waktu tempuh dari pos 1 ke pos 2 hingga garis finish.
Menggunakan kendaraan elektrik Hyundai Ionos 5, ketiganya menikmati menit ke menit perjalanan mereka. Apalagi saat memecahkan soal dari panitia kejurnas, mengingatkan trio ini saat masih di bangku SMA berdiskusi memecahkan soal sulit dari guru mereka.
Kendaraan mereka pun keluar dari garis start siap menempuh jalur yang sudah ditentukan panitia, mobil putih asal Korea itu pun mengikuti peserta di depannya. Semoga keikutsertaan alumni 376 menambah semarak Kejurnas City Rally, bukan kemenangan yang dicari, tapi kebersamaan yang utama.

Peserta dilepas oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung di halaman parkir Mal Senayan City Minggu (16/11/2025) pukul 08.00 dan finish di Balaikota Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Ketua IMI Jakarta, Anando Eko, Ketua IKAT Boy Tohir, Adyaksa Daud, Ikang Fauzi, dan Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi yang juga peserta Fun Rally bersama dua kawan alumni Teladan 376.
Seri ketiga kejuaraan rally nasional dilepas oleh Gubernur Jakarta, rally yang bertajuk “Teladan Metropolitan City Rally” terbagi dalam beberapa kategori dengan jumlah peserta ada 200 kendaraan. Selain menempuh waktu yang ditentukan, peserta juga diajak mengenal ikon bersejarah di Jakarta, dan wajib kunjungi panti sosial.
Dalam sambutannya Pramono mengatakan, kegiatan seperti yang dilakukan alumni SMA 3 Jakarta mempengaruhi indeks Jakarta sebagai Global City bisa naik. Karena itu pihaknya mendukung kegiatan sport tourism (wisata olahraga).
Dikatakan, saat diadakan Jakarta festival marathon jalan di ibukota tidak ditutup, namun saat ia memimpin ditutup. “Dua hari juga tidak apa-apa dan tidak ada protes dari warga, karena dilakukan pagi hari dan tertib”, tambahnya.
Menurutnya, semua pihak harus membuat kegiatan yang rapih, dan hari ini ada 200 perally yang mengikuti Teladan Metropolitan City Rally. Lalu ia mengenang rally yang diadakan SMA 3, bahwa dahulu ajang itu dimanfaatkan untuk pendekatan ke orang yang disukai, “apa saat ini begitu juga?”, tanyanya pada panitia yang hampir seluruhnya alumni SMA 3 Jakarta.
Menutup sambutannya ia mengatakan, semoga rally berlangsung sukses dan semua peserta menikmati perjalananannya dan makin mengenal kota Jakarta. Tak lupa ia berpesan, semoga semua peserta bergembira dan tak perlu pacaran lagi.
Sementara Ketua IMI Jakarta mengatakan, hari ini ada 200 peserta yang terbagi dari beberapa kategori, peserta nasional ada 32, disabilitas 17, wanita 11, dan sisanya adalah peserta yang mengikuti Fun City Rally.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan wisata dengan rangkaian kegiatan sosial, dimana peserta wajib ke panti asuhan dan menyerahkan bantuan. Peserta bisa menemukan itu dengan mengikuti petunjuk dan soal yang harus diselesaikan.
Tepat pukul 08.00, Gubernur Jakarta mengangkat bendera start, peserta pertama segera injak gas mengikuti petunjuk dari kertas panduan rally. Pelepasan selanjut dilakukan oleh Ketua Umum IKAT, kemudian Ikang Fauzi ikut melepas peserta. Pelepasan antar peserta berjarak 1 menit dan harus melapor ke beberapa pos yang sudah ditentukan. ***












