Dua Desa yang Terlibat Ketegangan Berakhir Damai

Img 20210115 Wa0007

EDITOR.ID, Indramayu,- Buntut penusukan tamu cafe hingga tewas yang dilakukan pemuda asal Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu awal pekan ini sempat memicu ketegangan.

Pemicunya lantaran keluarga dan warga asal korban bertempat tinggal, Desa Segeran Kecamatan Juntinyuat, tidak bisa menerima kematian Erwanto alias Ato (33). Mereka pun berniat melakukan aksi balas dendam.

Warga kedua desa itu nyaris saling serang. Petugas gabungan Polri dan TNI harus berjaga ekstra ketat di perbatasan kedua desa yang hanya terbelah jalan raya Karangampel – Jatibarang itu.

Upaya mediasi terus dilakukan untuk menghindari pecahnya tawuran antardesa. Meski beberapa kali berlangsung alot, perdamaian antardua desa itu akhirnya terwujud.

Pada Kamis (14/1) petang, dilakukan pertemuan di kantor Kecamatan Juntinyuat, dihadiri tokoh kedua desa. Mewakili warga, tokoh kedua desa akhirnya sepakat berdamai.

Inti kesepakatan, tokoh Desa Cangkingan menyatakan tidak akan melindungi siapapun yang terlibat dalam kasus pengeroyokan berujung maut itu. Mereka sepakat meneruskan kasusnya ke proses hukum yang sedang ditangani penyidik Polres Indramayu.

“Alhamdulillah semua sudah sepakat, tidak akan saling serang,” ungkap Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang didampingi Kapolsek Kedokanbunder Ipda Trio Tirtana H, Jumat (15/1).

Diberitakan sebelumnya, cemburu lantaran pemandu lagu (PL) pujaannya sedang bersama yang lain, seorang nelayan menusuk tamu kafe hingga tewas. Sementara seorang korban lain mengalami luka dan sedang menjalani perawatan.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder Kebupaten Indramayu, Senin (11/1) sekira jam 4 pagi. Korban tewas bernama
Erwanto alias Ato (33), dan korban luka bernama Yaskuri alias Maman (35), keduanya warga Desa Segeran Lor Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Insiden itu bermula ketika pelaku penusukan berinisial End (32) mengajak rekannya Hd (35) ke kafe “J” di desa mereka. Namun setiba di kafe, PL yang menjadi pujaannya sedang melayani Ato dan Yaskuri.

Melihat pemandangan itu,hati End pun terbakar cemburu. End dan Hd lalu menghadang Ati dan Yaskuri, saat pulang. Tanpa bertanya apapun, End dan Hd lalu menyerang keduanya. Kini kedua pelaku sudah meringkuk di tahanan polres. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply