Ditolak Penghuni Kompleks, Pengembang Perumahan Bela Casa Batal Buka Jalan Tembusan ke Kampung

Untuk menyelesaikan permasalahan antara penghuni Kompleks Bella Casa dengan pihak pengembang maka diadakan pertemuan. Dalam musyawarah yang dilakukan dengan penuh keakraban, pengembang perumahan Bella Casa akhirnya mengabulkan permintaan warga kompleks dan sepakat tak jadi melaksanakan pembukaan jalan tembus kompleks ke wilayah perkampungan.

Gerbang Perumahan Bella Casa

Depok, Jawa Barat, EDITOR.ID,- Pengembang perumahan Bella Casa, Kota Depok, Jawa Barat berencana membuka jalan kompleks tembus ke wilayah perkampungan Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok. Namun kebijakan pengembang ini mendapat penolakan oleh semua warga perumahan. Pasalnya, pembukaan jalan tembus ke kampung dikhawatirkan akan berpotensi pada kerawanan pada keamanan penghuni dan privasi.

Untuk menyelesaikan permasalahan antara penghuni Kompleks Bella Casa dengan pihak pengembang maka diadakan pertemuan. Dalam musyawarah yang dilakukan dengan penuh keakraban, pengembang perumahan Bella Casa akhirnya mengabulkan permintaan warga kompleks dan sepakat tak jadi melaksanakan pembukaan jalan tembus kompleks ke wilayah perkampungan.

Pertemuan pengembang dengan pengurus RW 08 Kelurahan Tirtajaya Kota Depok digelar di kantor pengembang perumahan pada hari Jumat (27/6/2025).

Pada intinya warga RW 08 menolak pembukaan jalan tembusan ke kampung Serab kelurahan Tirtajaya. Hasil dari pertemuan tersebut pihak pengembang akhirnya memutuskan pembukaan jalan tembus tidak jadi dilaksanakan.

Wakil dari pengembang perumahan diwakili General Manager bernama Yance. Pada pembukaan Yance menyatakan bahwa dirinya baru dua bulan menjabat di Bella Casa menggantikan manajemen sebelumnya.

Puthut Wibowo selaku pengurus RT 04 yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan bahwa pihak pengembang yang diwakili Yance mengaku bahwa rencana pembukaan jalan tersebut memang atas permintaan dari Pemkot Depok sejak perumahan ini berdiri. Dan belum sempat terlaksana dari manajemen Bella Casa sebelumnya.

Pertemuan antara Pengembang Perumahan Bella Casa dengan Penghuni

“Atas dasar tersebut Bapak Yance mencoba untuk mensosialisasikan ke warga Bella Casa, karena melihat adanya peluang ekonomi jika jalan tersebut dibuka, dengan pertimbangan bahwa saat ini perumahan hanya terhubung ke jalan Margonda,” ujar Puthut Wibowo menjelaskan.

Maka menurut Yance, dengan dibukanya jalan tersebut maka akan membuka akses ke jalan Grand Depok City.

Hal tersebut dilakukan karena saat ini penjualan perumahan Bella Casa sedang “drop” dan rencana developer untuk pengembangan pembangunan Ruko dan rumah di Blok H.

“Sedangkan keuntungan bagi warga adalah nilai investasi rumah saat ini akan melonjak secara ekonomis untuk nanti anak dan cucu, dan bagi yang berusaha dirumah dapat menciptakan peluang ekonomi dengan adanya pembukaan akses jalan ini,” ujar Yance.

Oleh karena itu pengembang mencoba mensosialikasikan ke pengurus RT dan RW melalui surat. “Namun bukan “feedback positif”. Dari warga justru terbalik hal tersebut terilhat dari komentar-komentar yang ada di sosial media milik warga Bella Casa ataupun spanduk penolakan,” ungkap Puthut.

“Atas hal tersebut maka dilakukanlah pertemuan hari ini agar menemukan titik temu,” imbuhnya.

Tanggapan Pengurus RT dan RW

Pada pertemuan tersebut, satu persatu pengurus RT dan RW memberikan pendapatnya berdasarkan dari aspirasi warga setelah melakukan sosialisasi kepada warganya.

“Pendapat dari penghuni Cluter Dahlia menyampaikan bahwa wacana pembukaan akses jalan ini sudah ada sejak tahun 2007 saya tinggal disini, namun demikian pengembang perumahan tetap menolak karena Bella Casa merupakan “hunian execlusive”,” katanya.

Sebagai contoh dahulu akses jalan pernah dibuka untuk motor ke kampung serab. Namun pembukaan akses jalan tembus ini justru menyebabkan “kemacetan” di sepanjang bulevard Bella Casa terutama pada jam sibuk.

“Selain itu pada saat dibukanya pintu akses kecil dibuka palang gerbang utama dibiarkan terbuka dan tidak ada security pengembang yang menjaga membuat angka kejahatan menjadi meningkat ada kasus mobil warga hilang dan rumah warga disatroni maling,” papar Puthut.

Ada kasus dua warga yang tertabrak oleh motor, dan terakhir terjadi baku hantam antara pengendara yang lewat di pintu tersebut sampai ke kepolisian. “Atas dasar tersebut maka pintu akses kecil ditutup dan diserahkan pengelolaanya ke warga kampung serab,” katanya.

Dari Pengurus RT Cluster Irish menambahkan bahwa dengan dibuka akses jalan ini yang diuntungkan adalah “masyarakat luar Bella Casa”.

“Jika dilihat dari kemacetan yang terjadi titik bottleneck ada di stasiun depok lama ke arah GDC dan alternatip melalui Tole Iskandar macet di TIP TOP untuk menuju KSU jadi dengan dibukan akses ini maka akan menjadi akses alternatif warga GDC, Cibinong ataupun Citayam,” katanya.

Banyak warga di Cluster Irish membeli rumah di sini bukan melihat aspek ekonomi saja, tapi terlebih pada aspek keamanan, jika harga rumah naik 100 sd 200 juta 5 tahun kedepan tidak sebanding dengan keamanan anak dan isteri di rumah pada saat suami mencari nafkah terlebih tugas dinas keluar kota.

Dengan Bella Casa tetap membuat “ONE GATEWAY SYSTEM” lingkungan akan menjadi asri dan nyaman ini yang seharusnya menjadi “keunggulan” Bella Casa di dalam pemasaran perumahanya dibanding dengan developer perumahan lainnya di Depok.

Karena tidak ada perumahan di Depok yang menawarkan konsep seperti Bella Casa.

Sedangkan dari pengurus RT Cluster Jasmine menyampaikan bahwa surat dari developer hanya berisi manfaat positif nya saja tidak negatifnya, dan hampir seluruh warga Cluster Jasmine menolak dengan dibukanya akses jalan tersebut dan ingin mengetahui sebenarnya bagaimana konsep kedepan yang mau dilakukan oleh pengembang Bella Casa.

Selain hal-hal tersebut juga dibicarakan mengenai fasos dan fasum yang ada di bellacasa seperti area olahraga, kondisi jalan dan fasos fasum di perumahan Bella Casa.

Tanggapan Pengembang Bella Casa

Menanggapi penolakan warga atas pembuatan jalan tembus, pengembang perumahan Bella Casa menyatakan mereka tidak otoriter didalam membuat keputusan. Melihat hasil pertemuan hari ini kebanyakan warga di setiap cluster “Menolak” maka nanti secara tertulis yang akan disiapkan konsep berita acara oleh bagian legal dan ditandatangani oleh peserta yang hadir pada pertemuan ini.

Diluar permasalahan akses jalan, disampaikan developer bahwa banyak fasos fasum yang ada di setiap cluster, developer Bella Casa meminta untuk ditanami pohon buah-buahan jadi lingkungan menjadi asri, dan pada saat panen bisa dinikmati oleh warga cluster, fasos fasum berupa tanah yang ada seperti di Cluster Delonix atau di Cluster Jasmine.

Selain itu developer menawarkan ke warga bahwa rencananya setiap hari Sabtu dan Minggu developer mau membuat food bazar untuk warga di depan kantor pengembang, oleh karena itu pengembang meminta pengurus RT untuk mensosialisasikan ke warga di RT nya masing-masing. (tim)

Leave a Reply