
Fokus utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) [Persero] saat ini adalah pemulihan pasca-banjir dan cuaca ekstrem, di mana PLN mengirimkan bantuan personel tambahan, termasuk tim khusus & Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dari luar daerah untuk mempercepat penormalan.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan
(PDKB) ini seperti “pasukan elit” PLN yang bekerja di ketinggian dengan standar keamanan tinggi (K3) untuk menjaga keandalan dan kualitas listrik. Mereka terlatih mampu merespons gangguan jaringan dengan cepat dan langsung melakukan perbaikan, selalu menjaga pasokan listrik tetap stabil dan andal bagi masyarakat.
Petugas PLN di berbagai unit yang bertugas di Aceh bekerja 24 jam secara bergantian untuk memantau infrastruktur dan melakukan pemeliharaan cepat guna memastikan stabilitas energi di tengah potensi bencana hidrometeorologi.
Inovasi modifikasi alat berat crane menjadi tower darurat berhasil memulihkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Aceh pada Desember 2025.
Untuk menyambung kembali jalur transmisi 150 kilovolt (kV) pada ruas Pangkalan Brandan–Langsa yang terputus akibat robohnya lima tower listrik karena banjir dan tanah longsor di Aceh. PLN menggunakan alat berat crane untuk dijadikan tower sementara.
PLN telah melakukan langkah krusial ini untuk mengatasi kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di wilayah Aceh Tamiang.
Alasan PLN menggunakan crane tak lain disebabkan kondisi tanah yang labil dan akses medan yang ekstrem (berlumpur) menyulitkan pembangunan tower permanen dengan cepat, maka untuk memulihkan aliran listrik agar kembali berfungsi, crane menjadi pilihan sebagai solusi darurat yang efektif.
Sistem jalur transmisi kelistrikan Aceh yang sempat terisolasi, kini telah terhubung kembali ke sistem besar Sumatra membuat pasokan listrik ke wilayah Banda Aceh dan sekitarnya dapat dialirkan secara bertahap.
Oleh karena pemanfaatan crane sifat nya sementara, namun demikian PLN tetap melanjutkan pembangunan tower permanen seiring dengan membaiknya kondisi tanah dan akses di lokasi terdampak untuk memastikan kehandalan jangka panjang.
Untuk memulihkan kembali sistim transmisi kelistrikan Aceh, PLN meng-klaim mengerahkan lebih dari 1.400 personel yang bekerja 24 jam di tengah cuaca ekstrem untuk memastikan stabilitas energi di wilayah tersebut. (*)












