Settia

Balita 2 Tahun Warga Tegal Positif Corona

Tegal – Jumlah warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang positif terkena virus corona bertambah menjadi delapan orang, per Kamis, 16 April 2020. Satu dari tiga kasus positif Covid-19 itu menginfeksi seorang balita berusia dua tahun yang dirawat di Kota Semarang.

“Kasus‎ confirm positif Covid-19 pada hari ini bertambah tiga orang. Sehingga total kasus confirm menjadi delapan orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wantoro, Kamis siang, 16 April 2020.

Jadi tertularnya kemungkinan saat berada di daerah zona merah.

Joko mengungkapkan, tiga kasus positif tambahan yakni ‎seorang laki-laki berusia 48 tahun asal Desa Brekat, Kecamatan Tarub yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeselo Kabupaten Tegal.

Kemudian, seorang laki-laki berusia 59 tahun asal Desa Bumiharja, Kecamatan Tarub yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal, dan seorang balita perempuan berusia dua tahun asal Desa Getaskerep, Kecamatan Talang yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Kota Semarang.

‎”Sedangkan enam kasus pasien positif lainnya, satu orang meninggal dunia yakni perempuan berusia 59 tahun warga Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, dan sisanya masih dirawat di rumah sakit di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal,” ujar Joko.

‎Menurut Joko, seluruh kasus positif Covid-19 yang dia ungkap, belum ada kasus transmisi lokal, kendati Kabupaten Tegal sudah bisa dikategorikan daerah zona merah Covid-19.

‎”Hingga saat ini belum ada kasus transmisi lokal karena semua kasus positif ada riwayat perjalanan ke daerah zona merah lain. Jadi tertularnya kemungkinan saat berada di daerah zona merah,” ucap Joko.

Lebih lanjut Joko mengemukakan,‎ jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah satu orang. Sehingga total PDP hingga berita ini diturunkan menjadi 93 orang. Dari jumlah itu, 16 orang masih dirawat, dan sisanya sudah pulang karena kondisinya membaik.

“Dari jumlah kumulatif PDP, yang sudah dilakukan pemeriksaan swab tenggorok jumlahnya 50 orang dan tujuh orang belum keluar hasilnya,” ujar dia.

‎Adapun untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) totalnya 704 orang, bertambah empat orang dari jumlah terakhir. Rinciannya, 629 orang sudah selesai pemantauan dan 75 orang masih dipantau. “ODP yang sudah selesai dipantau kondisinya baik semua,” ujarnya. (dealova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *