Setengah Juta Orang ?Bergoyang? di Arab Saudi Hadiri Pesta Musik Terbesar

Pesta Musik di Riyadh, Arab Saudi

Bintang papan atas seperti Martin Garrix, David Guetta, Steve Aoki, Jason Derulo Hingga DJ Swedia, Alesso, memeriahkan festival musik MDLBeast Soundstorm edisi kedua pada Kamis hingga Minggu, 16-19 Desember di Riyadh, Arab Saudi.

Festival ini membawa pecinta musik bersama-sama menikmati empat malam hiburan non-stop.

Bintang musik Arab seperti Wael Kfoury, Nancy Ajram, Elissa, dan seniman regional, Dish Dash, Cosmicat and Saud, juga tak luput menghibur penonton.

Chief Creative Officer Ahmad Alammary, juga dikenal sebagai DJ Saudi Baloo, mengatakan tim penyelenggara berupaya maksimal untuk terselenggaranya MDLBeast Soundstorm.

“Kami bekerja dengan banyak gairah, karena musik, dan musik benar-benar menginspirasi banyak cinta. Sangat menarik untuk bekerja di bidang kreatif, tetapi bahkan lebih menarik untuk menyebarkan kegembiraan,? ungkapnya seperti dilansir Arab News, Senin (20/12).

Ahmad meyakini, MDL Beast tahun ini jauh lebih besar dan meriah daripada Soundstorm perdana pada tahun 2019. Itu dikarenakan pembatalan Soundstrom akibat pandemi 2020 lalu.

Pangeran Kerajaan Saud Al-Saud yang menghadiri acara tersebut bersama saudara perempuannya, Deema, tak ketinggalan menikmati festival musik ini.

Ia merasakan dirinya sudah tidak berada di Arab Saudi lagi. “Saya juga merasa seperti di luar Arab Saudi. Rasanya seperti bisa menyaingi Tomorrowland,” ujarnya pada Minggu (19/12).

Daoud Tabibzada, pria 28 tahun yang terbang dari Dubai Uni Emirat Arab untuk menikmati festival musik ini, menyatakan keterkejutannya. “Festival ini melebihi ekspetasi. Dari pengaturan festival hingga berbagai artis yang tampil, itu benar-benar mengejutkan saya.

Festival ini memperkenalkan Respect & Reset, sebuah kampanye anti-pelecehan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terhormat bagi semua peserta dan mempermudah pelaporan kekerasan dan pelecehan bagi tamu.

Lebih dari setengah juta orang menghadiri festival, menjadikannya festival musik terbesar di dunia mengalahkan Tomorrowland, Belgia, pada 2005.

 

Leave a Reply