Dirjen Bea Cukai dan Pajak Minta Menkeu Suahasil Batalkan Perombakan Pejabat oleh Purbaya ​

Dirjen Bea Cukai dan Pajak menentang perombakan yang dilakukan Purbaya meski tujuannya baik untuk menempatkan pegawai yang berintegritas.

JAKARTA, EDITOR.ID,- Perombakan besar-besaran yang dilakukan Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menteri Keuangan untuk bersih-bersih pejabat kini dilawan birokrat Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Dirjen Bea Cukai dan Pajak menentang perombakan yang dilakukan Purbaya meski tujuannya baik untuk menempatkan pegawai yang berintegritas.

Namun keberanian mereka bersuara muncul usai Purbaya dicopot dari jabatannya.

Belum kering tinta pengumuman mutasi besar-besaran era eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 10 September lalu, petinggi pajak dan bea cukai ini mendadak melawan.

​Mereka mendesak Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, untuk membatalkan perombakan pejabat yang dilakukan Purbaya.

Mereka berdalih penempatan pejabat yang jujur dan berintegritas oleh Purbaya dianggap mencederai meritokrasi akibat munculnya nama-nama “ajaib” yang lolos tanpa prosedur.

​Dirjen Pajak menuding perombakan yang menyasar level Pejabat Tinggi Pratama hingga Pengawas itudinilai cacat prosedur karena melompati sistem penilaian baku.

Klaim Dirjen Pajak: Perombakan Era Purbaya Turunkan Moril Pegawai

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto blak-blakan mengungkap alasan di balik penolakan tersebut.

Menurutnya, masuknya figur-figur yang tidak jelas asal-usul seleksinya telah menurunkan moril para pegawai yang berdarah-darah mengikuti prosedur resmi.

“Itu kan usulan kita rotasi itu, cuma memang ada beberapa yang nama-nama ‘ajaib’ yang tidak ikut proses assessment talent management,” ungkap Bimo saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Bimo menegaskan, langkah koreksi ini diambil bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama demi menjaga marwah birokrasi di internal Kemenkeu.

“Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” tegasnya.

​Bimo memastikan, para pejabat yang terindikasi melompati proses uji kompetensi tersebut akan langsung dicoret dari daftar dan dikembalikan ke pos semula.

“Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan. Yang lain-lain tetap. (Jadi balik ke posisi awal?) Iya,” terang Bimo mantap.

​Menkeu Suahasil Tampung Masukan,

​Menanggapi gejolak ini, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pihaknya tidak Ingin gegabah. Ia memilih untuk mempelajari seluruh produk kebijakan pendahulunya sembari mendengarkan aspirasi dari berbagai unit eselon I.

“Kita mendiskusikan ya, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi,” ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

​Suahasil menambahkan, penunjukan pejabat di tubuh Kemenkeu memiliki mekanisme baku yang melibatkan koordinasi lintas unit karena kompleksitas pekerjaan yang menuntut kolaborasi erat.

​Purbaya Didepak Karena Lakukan Mutasi Pejabat

Di sisi lain, sang mantan menteri, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya sempat blak-blakan menyebut kebijakan mutasi massal tersebut disinyalir menjadi salah satu pemicu dirinya didepak dari kursi menteri.

“Sebagian iya (karena perombakan pejabat tersebut),” aku Purbaya usai sertijab, Selasa (15/9).

​Meski demikian, Purbaya menepis adanya konflik internal dengan bawahannya dan menyerahkan sepenuhnya dinamika pergantian kursi menteri kepada hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

“Enggak ada gesekan. Yang jelas itu hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup,” pungkasnya.

Leave a Reply