Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden RI Prabowo Subianto mengaku bangga banyak perusahaan Indonesia tak kalah bersaing dengan pemain brand global. Lalu Prabowo menyebut merek asli Indonesia seperti Indomie, Kopiko (Mayora) hingga Es Teler 77 yang berhasil menembus pasar global hingga ke Eropa dan Afrika.
Prabowo mencontohkan kedua merek tersebut sebagai bukti kehebatan perusahaan swasta Indonesia dalam berekspansi ke lebih dari 100 negara. Meski membawa merek lokal, mereka sukses mendunia. Kepala negara akan terus mendorong perusahaan-perusahaan swasta agar terus berkembang dan maju.
Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025—2026 terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Banyak perusahaan swasta sudah Go Global, seperti Mayora, Indomie, dll. Pemerintah dan pengusaha akan terus bekerja sama. Pemerintah juga telah memberikan banyak jaminan sosial untuk meringankan beban swasta.
Mayora merupakan produsen kopi Torabika, Roma, Beng-Beng, Kopiko, Danisa, dan lain-lain. Sedangkan Indofood adalah induk dari Indomie, Pop Mie, Chitato, Bogasari, dan berbagai bisnis pangan lainnya.
“Kita harus mengakui prestasi banyak perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global,” ujar Prabowo
Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin seluruh aktivitas ekonomi bertumpu pada negara. Sebaliknya, pemerintah ingin memperbesar peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun tetap dijalankan secara sehat dan bertanggung jawab.
“Tapi sebaliknya kita tidak boleh merasa bahwa negara akan berbuat semuanya. Kita tidak ingin, kita ingin justru menemukan peran swasta yang lebih besar, tapi besar tapi bener jangan besar tidak benar,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menilai sejumlah perusahaan nasional telah menunjukkan kemampuan bersaing di pasar internasional. Ia mencontohkan produk-produk Indonesia yang sudah dikenal luas di berbagai negara.
Menurut dia, produk mi instan milik Indofood, yakni Indomie, telah memiliki pasar global yang kuat bahkan dikenal luas di Eropa hingga Afrika.
“Bagaimana pun perusahaan seperti Indofood sudah dipasarkan di seluruh dunia,” tegasnya.
“Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyarinya Indomie. Bahkan, orang Afrika menganggap itu produk mereka,” imbuhnya.
Selain itu, Prabowo juga memuji keberhasilan Mayora Indah dalam memasarkan produk permen kopi Kopiko ke pasar internasional.
“Perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari 100 negara karena mereka memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana,” ujar Prabowo yang langsung disambut tawa peserta sidang.
Suasana sidang sempat mencair ketika Prabowo beberapa kali melontarkan candaan di tengah pidatonya. Saat meminta izin minum kopi kepada pimpinan sidang Puan Maharani, ia menyebut produk Kopiko akan disukai karena presidennya gemar minum kopi.
Tak lama setelah itu, Prabowo menunjukkan gestur celingak-celinguk seolah mencari sesuatu di mimbar.
“Oh ada! Saya mohon izin, boleh saya minum, ibu ketua (DPR)?,” ujar Prabowo disambut tawa anggota dewan.
“Kopiko seneng presidennya peminum kopi,” katanya berseloroh.
Prabowo juga menyinggung pentingnya mendorong perusahaan swasta nasional agar semakin unggul dan mampu memperluas pasar.
Ia bahkan menyebut salah satu jaringan kuliner nasional, Es Teler 77, sebagai contoh merek lokal yang dikenal luas oleh masyarakat.
“Ada juga itu es apa itu, Es Teler 77, berapa? 77 kan. Kalau orang Gerindra enggak mau bikin saingannya Es Teler 88,” ujar Prabowo yang kembali memancing gelak tawa anggota dewan.
Candaan tersebut dilanjutkan dengan gurauan terkait kader Partai Gerindra yang hadir dalam sidang.
“Saya hanya berhak atas Gerindra ya. Jadi saya cek ada Gerindra yang tidur enggak,” kata Prabowo. ***












