Ditemukan Senjata Api dan Tulisan Ideologis di Lokasi Ledakan Dahsyat, Adakah Aksi Teror?

Selain nama dua pelaku penembakan, di permukaan senjata rakitan itu juga terdapat tulisan “Welcome to Hell” dan “For Agartha.” Tulisan-tulisan ini diduga memiliki makna simbolik yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh penyidik dan ahli psikologi forensik.

Korban Ledakan Tergeletak dan Dibawahnya Ada Senjata Replika Foto Ist

Jakarta, EDITOR.ID,- Ledakan dahsyat mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara Jumat siang (7/11/2025). Ledakan terjadi ketika para siswa sedang menjalankan ibadah salat Jumat. Ledakan terjadi tiga kali. Semuanya meledak di dalam areal sekolah yang berada di kawasan Komplek TNI Angkatan Laut.

Akibat ledakan yang belum diketahui penyebabnya itu, mengakibatkan 55 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah murid-murid sekolah.

Ditemukan Senjata Api Laras Panjang dan Pistol

Detasemen Khusus (Densus) 88 yang diturunkan ke lokasi kejadian menemukan sejumlah barang bukti yang cukup mengejutkan. Diantaranya, dua senjata api. Satu senjata api laras panjang dan satunya pistol revolver.

Senjata Api Mirip Senapan taktis seperti Heckler & Koch MP5

Senjata laras panjang yang ditemukan di lokasi kejadian menyerupai senjata jenis AR-15 atau replika airsoft/airgun tipe AR-15 dengan popor lipat dan ukiran tulisan berwarna putih. Bentuknya menyerupai senapan taktis merek Heckler & Koch MP5—jenis senjata yang biasa digunakan oleh aparat keamanan atau satuan khusus.

Senjata Tertulis Nama Penembak LN Brenton Tarrant

Temuan senjata api rakitan ini menjadi perhatian serius karena terdapat tulisan pada senjata itu. Tulisan itu yakni nama tiga pelaku penembakan masjid di luar negeri, yakni Brenton Tarrant, Luca Traini, dan Alexandre Bissonnette.

Namun, dari tampilan fisik, terutama warna, tekstur, dan tulisan pada bodi, besar kemungkinan ini adalah airsoft gun atau replika, bukan senjata api asli alias hanya mainan.

Airsoft gun adalah senjata replika yang menembakkan peluru plastik (BB) menggunakan gas atau pegas, dan umumnya digunakan untuk permainan simulasi militer atau pelatihan taktis.

Pistol Revolver Juga Replika

Kemudian satu pistol revolver berwarna hitam-perak dilantai. Sama seperti senapan di atas, bisa jadi ini juga replika atau airsoft revolver, meski bentuknya menyerupai senjata api asli.

Ditemukan Juga Sabuk Magazen dan Rompi Hijau

Di samping senjata terdapat sabuk rompi taktis (tactical vest) warna hijau dengan kantong magazen. Biasanya digunakan untuk membawa peluru, perlengkapan komunikasi, atau aksesori lainnya.

Perlengkapan semacam ini sering dipakai oleh pemain airsoft, petugas keamanan, atau militer untuk keperluan simulasi dan latihan.

Polda Metro: Senjata Masih Didalami

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan dua senjata rakitan itu ditemukan di dekat dua korban ledakan yang telah dilarikan ke rumah sakit.

“Pokoknya menyerupai, kita belum bisa pastikan apakah itu senpi, atau senjata rakitan belum tahu. Ini ditemukan di dekat dua korban itu” ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025)

Belakangan terungkap perlengkapan taktis yang kemungkinan besar berupa airsoft gun dan replika revolver, bukan senjata api asli. Senjata jenis ini digunakan untuk simulasi atau hobi airsoft, bukan untuk pertempuran sungguhan.

Kehadiran nama 3 pelaku tersebut di senjata rakitan yang ditemukan di lokasi ledakan menimbulkan dugaan bahwa pelaku atau pihak terkait mungkin terinspirasi oleh aksi ekstrem serupa di luar negeri.

Senjata Replika

Pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah tulisan-tulisan tersebut memiliki motif ideologis tertentu. Penyidik masih memeriksa kemungkinan kaitan antara ledakan, senjata rakitan, dan latar belakang korban yang ditemukan di lokasi.

“Kita dalami dulu semua temuan di lapangan. Tim labfor sedang bekerja untuk memastikan jenis bahan, mekanisme ledakan, dan keterkaitannya dengan barang bukti di lokasi,” ujar Kombes Budi.

Kedua korban yang diduga pelajar kini masih menjalani perawatan. Polisi belum memastikan apakah keduanya memiliki kaitan langsung dengan temuan senjata tersebut.

Selain nama dua pelaku penembakan, di permukaan senjata rakitan itu juga terdapat tulisan “Welcome to Hell” dan “For Agartha.” Tulisan-tulisan ini diduga memiliki makna simbolik yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh penyidik dan ahli psikologi forensik.

Tulisan-tulisan di senjata menunjukkan inspirasi dari pelaku penembakan massal di luar negeri seperti Brenton Tarrant (Selandia Baru) dan Alexandre Bissonnette (Kanada).

Dugaan sementara, pelaku mengalami radikalisasi pribadi atau obsesi terhadap ideologi ekstrem kekerasan yang berkembang di media daring (copycat terrorism).

Korban Ledakan Dilarikan ke Rumah Sakit

Perlu pendalaman mengenai asal senjata, jaringan perolehan, serta motif tindakan. Puslabfor dan Densus 88 masih melakukan pemeriksaan identitas korban atau pelaku, termasuk latbel (latar belakang keluarga dan aktivitas digital).

Barang bukti menunjukkan adanya indikasi ideologis dan simbol ekstrem yang diadaptasi dari pelaku kekerasan internasional. Situasi di lokasi sudah terkendali dan dalam proses sterilisasi oleh aparat gabungan.

Tak lama kemudian ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi luka parah di area belakang sekolah dan genangan darah di sekitarnya. Di dekat korban ditemukan senjata api laras panjang, pistol revolver, serta sabuk perlengkapan taktis warna hijau.

Lokasi kejadian saat ini telah diamankan dan disterilisasi oleh Tim Jihandak dan Inafis Polres Metro Jakarta Utara.
Sementara Tim Damkar Jakarta Utara melakukan penyemprotan dan pembersihan area.

Pengamat Teroris: Ledakan di SMAN 72 Terindikasi Teror

Pengamat terorisme dan intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib menilai ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta merupakan peristiwa yang perlu diusut secara hati-hati karena terindikasi kuat sebagai aksi terorisme.

Ridwan menegaskan dalam kajian terorisme, pola kejadian peledakan belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan sekolah sehingga perlu perhatian dan penyelidikan mendalam dari aparat penegak hukum.

“Selama ini memang ada beberapa kelompok yang menargetkan masjid, tetapi masjidnya berada di kompleks kepolisian, seperti serangan terhadap polisi di Polres Cirebon beberapa tahun yang lalu. Jadi ini baru pertama kali terjadi di SMA,” ujar Ridwan pada Jumat (7/11/2025).

Pelaku Diduga Terinspirasi Ideologi Teror Global

Jika benar senjata itu merupakan milik pelaku, lanjut Ridwan, maka ada indikasi kuat pelaku terinspirasi oleh ideologi teror global yang berpaham kebencian terhadap kelompok tertentu.

“Kalau benar itu airsoft atau senjata milik pelaku, maka besar kemungkinan dia menuliskan nama-nama pelaku teror di luar negeri itu sebagai bentuk inspirasi. Itu semua adalah pelaku neo-Nazi,” tuturnya.

Ridwan menegaskan bahwa aparat keamanan perlu melakukan penyelidikan secara mendalam dan hati-hati untuk memastikan motif dan jaringan di balik peristiwa ledakan tersebut.

“Saya kira ini harus kita dalami secara hati-hati. Kalau melihat indikasinya, jelas ini sebuah aksi teror,” tegas Ridwan.

Hanya Senjata Mainan

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menegaskan senjata tersebut adalah senjata mainan.

“Ya, ada gambar itu tapi ternyata senjata mainan. Senjata mainan, bukan senjata beneran ya, setelah kami cek itu senjata mainan,” kata Freidrich, usai meninjau lokasi ledakan yang terjadi di dalam masjid sekolah itu.

Ia juga meminta publik untuk tidak berspekulasi terkait dugaan aksi terorisme.

“Masih diselidiki. Jangan dikatakan ini jumping conclusion bahwa ini aksi teroris. Belum, kita belum sampai kesana ya,

Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah bangunan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). Peristiwa terjadi sekira pukul 12.30 WIB.

Dilaporkan bahwa sebanyak 55 orang terluka akibat ledakan itu. Dua di antaranya dikabarkan mengalami luka serius.

Polisi Dalami Penyebab Ledakan

Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi adanya peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta. “Iya ledakan di SMA 72 Kelapa Gading. Lagi kita dalami penyebabnya. Infonya dua orang dilarikan ke rumah sakit. Pak Kapolda perjalanan ke TKP,” ujar Budi.

Petugas pemadam kebakaran telah tiba di lokasi setelah mendapat laporan sekira pukul 12.09 WIB.

Berdasar keterangan awal di lapangan, ledakan diduga berasal dari perangkat sound system. “Saat ini area sudah steril dan kami masih mendalami sumber ledakan. Dugaan sementara berasal dari perangkat elektronik, tetapi kami belum dapat memastikan,” ujar seorang petugas di lokasi, Jumat siang.

Adapun delapan korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis.

Sebagian besar korban mengalami luka akibat pecahan kaca dan tekanan suara dari ledakan. Sedangkan dua orang korban dikabarkan mengalami luka lebih serius. ***

Leave a Reply