Kata-Kata Menyentuh Jay Idzes Bikin Menitikkan Air Mata, Usai Gagal Tampil di Piala Dunia

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya bangga dengan grup ini. Melawan Arab Saudi, kami jauh dari performa terbaik kami. Tapi kalian lihat hari ini, semua orang berjuang," kata Jay Idzes usai pertandingan. "Saya mencoba untuk menghormati semuanya. Tapi aku ingin mengatakan bahwa aku bangga dengan tim ini. Tim ini dibangun tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk masa depan hidup kita. Mereka tidak bisa menghentikan kami. Kami punya proyek yang indah, tim yang indah," tambahnya.

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes

Jakarta, EDITOR.ID,- Timnas Indonesia dua kali kalah dalam laga krusial di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda menyerah dengan skor 2-3 dari Arab Saudi. Timnas kembali tumbang lagi dari Irak 0-1. Tak ada kata-kata yang bisa terucap kecuali kesedihan panjang para pemain. Mimpi menembus Piala Dunia 2026 tinggal kenangan.

Sejarah di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (12/10) dini hari WIB tak berpihak kepada Timnas Indonesia. Dari 23 pemain yang diturunkan pelatih Patrick Kluivert, ada satu pemain yang mendapat perhatian besar dan apresiasi dari publik. Dia adalah sang kapten, Jay Idzes.

Pemain klub Liga Italia, Sasuollo FC itu bermain tanpa kenal lelah. Dua kali bertanding bermain secara penuh 180 menit lebih. Ia tetap berjuang demi merah putih. Jay Idzes terlihat mampu memimpin rekan-rekannya, memberikan motivasi, mengkoordinasi agar teman-temannya berjuang dan berjuang terus hingga peluit wasit mengakhiri pertandingan.

Bahkan saat suporter Indonesia marah gara-gara wasit tak adil, Jay Idzes lah yang terus berusaha untuk meminta suporter agar berhenti melemparkan botol ke lapangan.

Selain itu, Jay Idzes yang menyandang ban Kapten Timnas Indonesia menunjukkan kepemimpinannya di laga melawan Irak, Minggu (12/10/2025). Beberapa kali ia memprotes keras keputusan wasit Ma Ning asal China yang dinilai tidak adil bagi skuad Garuda.

Jay tampak frustrasi setelah sejumlah pelanggaran keras terhadap Ole Romeny dan Kevin Diks tak ditinjau lewat VAR. Meski sempat berdebat sengit di lapangan, Jay tetap tenang dan tegar usai laga berakhir.

Ia menyampaikan kekecewaannya atas keputusan wasit, namun menegaskan semangat Timnas Indonesia tak akan padam.

Usai pertandingan Jay Idzes memberikan kata-kata yang menyentuh hati mengenai kekalahan yang ditelan skuad Garuda dari Irak dan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dia dengan tegas menyatakan rasa bangga dengan pasukan Merah Putih.

Timnas Indonesia telah mengakhiri perjuangannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan kekalahan. Garuda menyerah dengan skor 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

Jay Idzes sebagai kapten tim, tampak kecewa dengan kekalahan ini. Apalagi, hasil itu membuat Timnas Indonesia sudah tak punya kesempatan untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Tapi, bek Sassuolo itu tetap memberikan kredit kepada rekan-rekannya. Menurut dia, Timnas Indonesia sudah berjuang keras saat melawan Irak.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya bangga dengan grup ini. Melawan Arab Saudi, kami jauh dari performa terbaik kami. Tapi kalian lihat hari ini, semua orang berjuang,” kata Jay Idzes usai pertandingan.

“Saya mencoba untuk menghormati semuanya. Tapi aku ingin mengatakan bahwa aku bangga dengan tim ini. Tim ini dibangun tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk masa depan hidup kita. Mereka tidak bisa menghentikan kami. Kami punya proyek yang indah, tim yang indah,” tambahnya.

Permainan Timnas Indonesia saat melawan Irak memang lebih baik ketimbang ketika menghadapi Arab Saudi. Skuad Garuda bahkan sempat mampu mendominasi jalannya pertandingan pada awal-awal.

“Kami punya banyak pemain bagus, penggemar yang luar biasa, kami punya chemistry yang baik. Aku pikir apa yang kami mulai sekarang tidak hanya untuk hari ini. Tetapi keseluruhan kualifikasi dan banyak belajar dari pengalaman ini dan aku pikir ini adalah pengalaman yang bagus,” ungkapnya.

Namun, tak ada gol yang berhasil dibuat Timnas Indonesia hingga babak pertama. Sementara di babak kedua, giliran Irak yang tampil dominan.

Pasukan Patrick Kluivert pun lengah di pertengahan babak kedua. Tepatnya pada menit ke-76, Zidane Iqbal sukses mencetak gol untuk Irak dan membuka keunggulan 1-0.

Setelah gol itu, Timnas Indonesia sebenarnya terus berjuang untuk dapat mencetak gol penyamankedudukan. Sayangnya, misi itu gagal dan pertandingan tuntas dengan skor serupa sehingga Garuda menelan kekalahan dari Irak.

“Di sebagian besar waktu, kami memainkan permainan yang bagus. Namun, seperti yang saya katakan, kami tidak memberikan hadiah kepada diri kami sendiri (dengan kemenangan),” ungkap Jay Idzes.

“Kami bisa belajar banyak hal dari pengelaman ini dan akan mencoba terus berkembang untuk lolos ke Piala Dunia berikutnya.” pungkasnya. ***

Leave a Reply