Jakarta, EDITOR.ID,- Bersih-bersih kinerja di jajaran birokrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) digeber Presiden Prabowo Subianto. Mantan Menteri Pertahanan era Presiden Jokowi ini akan merombak dan mencopot sejumlah jabatan pimpinan tinggi madya di kantor kementrian yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu.
Prabowo mencopot Dadan Kusdiana dari jabatan yang disandangnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian ESDM. Kepala negara akan menggantinya dengan Guru Besar FEB UB Prof Ahmad Erani Yustika sebagai Sekjen ESDM baru.
Presiden Prabowo pernah menunjuk Ahmad Erani Yustika sebagai Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang bertugas membantu Ketua Satgas yang dijabat oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Program hilirisasi dan ketahanan energi warisan program Jokowi menjadi perhatian besar Presiden Prabowo Subianto dengan membentuk Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Penunjukan Erani sebagai Sekjen Kementerian ESDM tersebut tertuang di dalam Keputusan Presiden Nomor 147/TPA Tahun 2025.
Hal tersebut berdasarkan dokumen Keputusan Presiden No.147/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepres tersebut ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 10 September 2025.
“Mengangkat dalam jabatan pimpinan tinggi madya terhitung sejak saat pelantikan masing-masing: Ahmad Erani Yustika sebagai sekretaris jenderal Kementerian ESDM,” demikian bunyi Keppres tertanggal 10 September 2025 itu, dikutip Senin (15/9/2025).
Ahmad Erani saat ini menjabat sebagai sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Prof Erani Yustika sendiri bukan figur baru dalam lingkup Istana. Mantan Ketua IKA UB ini sebelumnya merupakan Kasetwapres semasa Wakil Presiden Ma’ruf Amin hingga Wapres Gibran Rakabuming Raka
Dirjen Ketenagalistrikan Juga Dicopot
Selain itu, Prabowo juga memberhentikan dengan hormat Jisman P. Hutajulu dari jabatannya sebagai dirjen ketenagalistrikan (gatrik) dan menggesernya sebagai staf ahli bidang perencanaan strategis Kementerian ESDM.
Tak hanya itu, Presiden juga menunjuk Irjen Pol Yudhiawan sebagai inspektur jenderal Kementerian ESDM.
Adapun, kursi inspektur jenderal Kementerian ESDM saat ini memang sedang kosong usai Bambang Suswantono pensiun beberapa waktu lalu.
Di dalam Keppres tersebut disebutkan bahwa pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian ESDM diusulkan oleh menteri ESDM melalui surat-surat Nomor: R-384/KP.05/MEM.S/2025; R-385/KP.05/MEM.S/2025; R-386/KP.05/MEM.S/2025; dan R-388/KP.05/MEM.S/2025 tanggal 20 Agustus 2025.
Kendati belum diketahui kapan pelantikan itu bakal dilaksanakan, Bisnis pun telah mencoba mengonfirmasi kabar ini kepada
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. Namun, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan respons.
Sementara itu, Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengaku belum mengetahui mengenai perombakan tersebut.
“Saya belum baca Keppres (Keputusan Presiden)-nya,” ujar Dadan sebagaimana dilansir dihubungi Bisnis, Senin (15/9/2025).
Profil Sekjen ESDM Ahmad Erani Yustika
Dikutip dari situs pribadinya, Ahmad Erani Yustika lahir di Ponorogo pada tahun 1973. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya pada tahun 1996.
Pada 2001, Erani menuntaskan studi pascasarjana (MSc), dan pada 2005 meraih gelar doktor (Ph.D) di University of Göttingen (Georg-August-Universität Göttingen), Jerman, melalui beasiswa GTZ dan DAAD, dengan spesialisasi Ekonomi Kelembagaan.
Karier akademiknya dimulai sejak 1997 sebagai dosen di Universitas Brawijaya. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (2007–2009) serta Pembantu Dekan I (Bidang Akademik) pada 2009–2010.
Pada 1 Juni 2010, Erani resmi diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, dengan pengukuhan pada 30 Desember 2010.
Selain kiprah akademiknya, Erani juga banyak berkecimpung dalam dunia kebijakan publik dan organisasi profesi. Dia menjabat sebagai Direktur Eksekutif INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) pada periode 2008–2015.
Sejak 2010 hingga 2017, dia menjadi Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI). Di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dia dipercaya sebagai Ketua Focus Group Infrastruktur PP ISEI (2012–2015) dan Ketua Focus Group Ekonomi Kreatif PP ISEI (2016–2019).
Erani juga tercatat sebagai anggota Dewan Nasional FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) pada 2011–2017. Pada 2015–2017, dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD).
Kemudian, pada 2017–2018 sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) di Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Pada periode 2018–2019, dia dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi.
Atas kiprahnya, Erani meraih sejumlah penghargaan, antara lain Dosen Berprestasi I Universitas Brawijaya (2006 dan 2009) serta Dosen Berprestasi Tingkat Nasional. Pada 2007, dia juga dinobatkan sebagai Penulis Buku Paling Produktif Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. (tim)












