Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto menganugerahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 2025, Bintang Mahaputera Utama kepada sejumlah seniman, penyanyi, pencipta lagu, aktor, aktris film, sastrawan, hingga wartawan legendaris. Diantaranya Christine Hakim, (alm.) Benyamin Sueb, Jaja Mihardja, dan Slamet Rahardjo.
Kemudian dari seni suara atau musik ada (alm.) Cornel Simanjuntak pencipta Maju Tak Gentar, (almh.) Titiek Puspa, legenda keroncong Waldjinah, pianis yang juga ayah dari Lukman Sardi (alm.) Letkol Caj Tituler Muhammad Idris Sardi, serta (alm.) Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh.
Lalu dari seni rupa ada Nyoman Nuarta, dan dari seni sastra ada Taufiq Ismail dan (alm.) Mochtar Lubis.
Sosok Christine Hakim
Aktris legendaris yang memiliki nama lengkap Herlina Christine Natalia Hakim ini kian kesohor ketika membintangi film “Tjoet Nja’ Dhien”, “Daun di Atas Bantal”, dan “Pasir Berbisik”. Christine Hakim dinilai berjasa dalam bidang seni dan budaya.
“Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada Saudari Herlina Christine Natalia Hakim. Beliau berjasa luar biasa dalam bidang seni dan budaya,” ujar pembawa acara pemberian tanda kehormatan di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Berikut artis penerima Tanda Kehormatan RI Tahun 2025:
61. Herlina Christine Natalia Hakim
Bintang Mahaputra Utama atas dedikasinya di bidang seni dan budaya melalui kiprahnya sebagai aktris dan produser film Indonesia, serta perannya dalam sejumlah karakter ikonis seperti Cut Nyak Dien.
98. Taufiq Ismail
Bintang Mahaputra Nararya, berjasa luar biasa dalam bidang seni dan budaya terutama terkait penciptaan dan penyebaran sastra Indonesia.
100. Almarhum Cornel Simanjuntak
Bintang Mahaputra Nararya, berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan dan penciptaan lagu-lagu heroik dan patriotik pada masa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan.
102. Almarhum Benyamin Sueb
Bintang Mahaputra Nararya, berjasa dalam seni dan budaya nasional sebagai seniman produktif dalam menciptakan ratusan karya film dan musik
103. Almarhum Titiek Puspa
Bintang Mahaputra Nararya, berjasa luar biasa dalam kebudayaan Indonesia sebagai penyanyi, pencipta lagu dan duta seni dalam misi kebudayaan internasional.
116. Ja’un (Jaja) Sulaiman Mihardja
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa dalam dunia musik dan hiburan melalui pendirian orkes Melayu sejak 1965, penciptaan suara musik rakyat yang menjangkau luas, dan perannya sebagai aktor dan presenter.
117. Slamet Rahardjo Djarot T
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa besar dalam bidang kebudayaan dalam penulisan naskah, pernyutradaraan, dan sebagai aktor yang mencerminkan nilai dan budaya bangsa Indonesia.
118. Waldjinah
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa besar dalam seni dan budaya melalui pertunjukan keroncong di Indonesia dan manca negara, sekolah gratis di Surakarta, serta menciptakan batik tulis wayang kekek.
119. I Nyoman Nuarta
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa besar dalam seni rupa melalui karya monumental patung GWK di Bali serta berbagai patung pahlawan nasional.
120. Almarhum Letkol Caj Tituler Muhammad Idris Sardi
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa dalam seni dan budaya dalam musik militer dan membuat musik dalam 128 film dan 19 kali masuk nominasi FFI.
121. Almarhum Mochtar Lubis
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa luar biasa dalam sastra dan jurnalisme melalui karya sastra yang kritis serta pengabdian sebagai wartawan.
123. Almarhum Soedjarwoto Soemarsono (Gombloh)
Bintang Budaya Parama Dharma, berjasa dalam seni dan musik sebagai penyanyi dan pencipta lagu Bengawan Solo.
Diketahui, tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penghargaan itu diberikan kepada para tokoh yang memenuhi tiga kriteria, yakni:
1, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara;
2, pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara; dan/atau darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Prabowo sendiri menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada 141 tokoh di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Penganugerahan Tanda Kehormatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73, 74, 75, 76, dan 78/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan.
Prabowo pun mengucapkan secara langsung rasa terima kasihnya kepada 141 tokoh dalam pidatonya di acara tersebut.
“Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian,” ucap Prabowo.
“Dan mereka-mereka yang orangtuanya tidak hadir, ahli waris juga atas nama negara dan bangsa, terima kasih kami Republik Indonesia atas pengabdian saudara sekalian semoga jasa-jasa saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus,” sambungnya.
Tahun ini, ada 141 tokoh menerima Tanda Kehormatan RI 2025. Mereka terdiri dari sipil dan militer. Sementara itu dari dunia seni, setidaknya ada 12 orang yang mendapatkan Tanda Kehormatan RI tahun ini. Mereka berasal dari seni peran, seni rupa, seni sastra, hingga seni suara.
Tanda Kehormatan Republik Indonesia merupakan penghargaan negara yang diberikan oleh Presiden RI kepada insan atau organisasi atas bakti dan kesetiaan yang dianggap luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Tanda Kehormatan ini terbagi menjadi tiga jenis, yakni Bintang, Satyalencana, dan Samkaryanugraha. Pemberian Tanda Kehormatan RI ini biasanya diberikan di bulan Agustus bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Pada 2024, Mendiang musisi Harry Roesli mendapatkan gelar tanda jasa dan kehormatan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo jelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.
Harry Roesli mendapatkan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma sebagai sosok yang berkecimpung di bidang seni budaya. (*)












