Waspada! Perang Meletus di Asia Tenggara, Jet Tempur Thailand Serang Pos Militer Kamboja

Thailand mengklaim serangan dilakukan Kamboja terlebih dulu. Negeri Gajah Putih ini membalas serangan roket dari pihak Kamboja dengan mengerahkan jet-jet tempurnya ke sejumlah titik strategis militer Kamboja, menandai eskalasi paling serius dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.

Jet-jet Tempur Thailand Mengudara Terbang Menuju Kamboja

Jakarta, EDITOR.ID,- Tak disangka, konflik menjurus peperangan terbuka terjadi di kawasan Asia Tenggara yang selama ini dikenal sebagai wilayah damai. Jet-jet tempur negara Thailand terbang menuju Kamboja. Jet tersebut menyerang dan meluncurkan bom-bom ke pos militer Kamboja.

Serangan Thailand ke Kamboja ini kian memanaskan situasi. Perang antara Thailand vs Kamboja makin sengit menyusul bentrokan kedua negara di perbatasan pada Kamis (24/7/2025).

Thailand mengklaim serangan dilakukan Kamboja terlebih dulu. Negeri Gajah Putih ini membalas serangan roket dari pihak Kamboja dengan mengerahkan jet-jet tempurnya ke sejumlah titik strategis militer Kamboja, menandai eskalasi paling serius dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.

Menurut pernyataan resmi dari Komando Militer Regional ke-2 Thailand dalam unggahan di Facebook, Angkatan Udara Negeri Gajah Putih telah mengerahkan sejumlah jet tempur F-16 untuk melakukan serangan udara ke arah pangkalan militer Kamboja di sepanjang perbatasan dalam operasi ini.

Sejumlah jet tempur itu telah diluncurkan dari Thailand yang menargetkan situs-situs militer Kamboja di sepanjang perbatasan.

Dalam unggahan resminya di Facebook, pihak militer Thailand mengklaim telah “menghancurkan” dua markas besar militer regional milik Kamboja dalam operasi kilat tersebut.

Juru bicara militer Thailand, Kolonel Richa Suksuwanont, menyatakan bahwa serangan udara ini diluncurkan hanya untuk menargetkan secara spesifik ke instalasi militer Kamboja dan bukan menyasar warga sipil.

“Operasi ini adalah bentuk respons terukur terhadap agresi langsung yang kami terima. Kami menargetkan lokasi militer yang diketahui digunakan untuk meluncurkan roket ke wilayah kami,” ujarnya dalam jumpa pers di Bangkok.

Konflik terbaru ini bermula dari insiden baku tembak yang terjadi di dekat kawasan Kuil Ta Muen Thom, situs kuno yang sejak lama menjadi sumber ketegangan antara Bangkok dan Phnom Penh. Kamboja menuduh pasukan Thailand masuk tanpa izin ke wilayah yang diklaim miliknya dan memprovokasi bentrokan.

“Pasukan kami hanya melakukan pembelaan diri dalam wilayah kedaulatan nasional. Thailand-lah yang melanggar integritas teritorial kami terlebih dahulu,” ujar Letnan Jenderal Maly Socheata dari militer Kamboja dalam pernyataan resminya.

Sebagai respons atas meningkatnya eskalasi, Thailand langsung menutup seluruh jalur perbatasan daratnya dengan Kamboja. Seorang pejabat militer yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa langkah ini diambil untuk mencegah penyusupan militer lebih lanjut dan menjamin keselamatan warga sipil di wilayah perbatasan.

Di sisi lain, Kamboja juga memperkuat posisinya dengan mengerahkan unit-unit pasukan bersenjata lengkap dan drone ke perbatasan. Laksamana Muda Surasant Kongsiri dari pihak Thailand melaporkan bahwa pasukan Kamboja terlihat membawa granat berpeluncur roket dan sistem artileri ringan.

Thailand dan Kamboja kembali tegang setelah pasukan bentrok lagi di perbatasan. Mereka baku tembak di dekat Kuil Ta Muen Thom.

Menurut keterangan Kamboja, bentrok terjadi usai tentara Thailand memprovokasi wilayah perbatasan.

“Pasukan Kamboja bertindak secara ketat dalam batas-batas pembelaan diri menanggapi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas teritorial kami,” kata Letnan Jenderal Maly Socheata. (*)

Leave a Reply