Settia

Serem, Jika Meledak Bom Setan itu Mampu LuluhLantakan Gedung DPR

Ilustrasi Densus 88 Anti Teror

EDITOR.ID, Pekanbaru,- Beruntung Paket Bom berdaya ledak tinggi yang akan dikirim dan diledakkan di Gedung DPR berhasil dicegah Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 Mabes Polri. Andai bom tersebut lolos dan diledakkan dengan pola bom bunuh diri maka sebagian gedung DPR berlantai 8 tersebut akan luluh lantak. Sungguh mengerikan berapa korban jiwa yang akan berjatuhan.

Namun bom yang masih disimpan di dalam Kampus Universitas Riau berhasil di deteksi oleh Tim Densus 88 Anti Teror dengan scientific investigation yang dilakukan. Bom yang sudah dirakit dan siap diledakkan tersebut akhirnya diamankan.

Penemuan bom ini sangat mengejutkan semua pihak tak terkecuali civitas akademika Universitas Riau. Mereka benar-benar kecolongan karena kampusnya telah disusupi jaringan teroris yang menggunakan bantuan “orang dalam” yang mentalnya sudah dicuci dengan pandangan paham radikal.

Tiga pelaku adalah alumni kampus tersebut. Dan mereka menggunakan “kadernya” untuk memberikan fasilitas agar bisa tetap beraktivitas di dalam kampus.

Gelanggang Mahasiswa Digeledah Tim Densus 88. Polisi Menemukan Empat Bom Besar Siap Ledak (Sumner foto: Tribunnews)

Sehingga para pelaku bisa dengan leluasa mengatur rencana dan merakit bom di dalam kampus tanpa bisa dicurigai aparat keamanan. Namun mereka masih kalah cerdas dari Tim Densus 88 Anti Teror yang tidak kenal lelah dan tidak akan pernah tidur untuk memburu rencana aksi-aksi para teroris.

Bahkan satu dari 3 terduga teroris yang ditangkap di kampus Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru berinisial MNZ (33). MNZ disebut punya kemampuan merakit bom triacetone triperoxide (TATP). Dan bom yang dirakit kali ini benar-benar bom mengerikan. Orang ahli bom menyebutnya bom Mother of Satan.

“(Keterlibatan MNZ) Memiliki kemampuan membuat bom TATP,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal sat dihubungi, Minggu (3/5/2018).

TATP merupakan bom yang berdaya ledak tinggi dan berbahaya. Bom daya ledak tinggi itu disebut sebagai ‘Mother of Satan’.

Tidak hanya itu, lanjut Iqbal, MNZ juga membagikan cara perakitan bom itu di media sosial. MNZ juga punya kaitan dengan Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Menshare cara pembuatan bom di link group Telegram,” ujarnya.

Seperti diketahui bom jenis TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki ‘The Mother of Satan’ ini pernah digunakan oleh teroris pengebom sejumlah gereja dan rusunawa di Sidoarjo. TATP merupakan bom kimiawi yang memiliki daya ledak tinggi.

Polisi menyatakan TATP merupakan jenis bom yang mudah dibuat, namun sangat sensitif dan tidak stabil. Bom ini termasuk dalam kategori high explosive.

Seperti diketahui, polisi mengamankan tiga terduga teroris di UNRI. Mereka berinisial MNZ (33), RB alias D (34), dan OS alias K (32). Ketiganya merupakan alumni kampus UNRI. (tim)

Leave a Reply