” Pertumbuhan ekspor tersebut menandakan adanya pemulihan pasar ekspor yang sempat melemah akibat pandemi Covid-19. Bahkan eksekusi inisiatif strategis yang cepat dan tanpa henti akan dapat meningkatkan posisi produk perusahaan di pasar domestik dan internasional,” paparnya
Diungkapkan, pertumbuhan penjualan ekspor SIDO mencapai 86%. Hal ini karena adanya penjualan Nigeria dan Malaysia yang telah pulih serta dikontribusi oleh anak perusahaan PT Semarang Herbal Indoplant dari penjualan minyak esensial ke Eropa.
?Kami tetap konsisten menjalankan strategi bisnis yang telah teruji keberhasilannya, yaitu meluncurkan produk baru, memperbaiki distribusi semua produk secara lebih merata, mengoptimalkan kinerja anak perusahaan yang bergerak dibidang ekstraksi dan atsiri serta meningkatkan kinerja di pasar ekspor,? ujar David.
Menurutnya, perluasan distribusi dilakukan dengan memperluas cakupan outlet menjadi 150.000 pada tahun ini. Pada tahun lalu, jumlah outlet telah mencapai 135.000 outlet.
“Yang jelas perusahaan juga akan memperluas bisnis online dengan fokus utamanya memaksimalkan penjualan di marketplace dan media sosial. Ini juga bermanfaat untuk meningkatkan brand kesadaran portofolio produk suplemen herbal SIDO sebagai bagian dari strategi diversifikasi,” pungkasnya. (tim)












