Settia

RSUD Tegal Akan Miliki Laboratorium PCR

EDITOR. ID, Tegal- Keberhasilan Satgas Penanganan Covid-19 dalam penanganan transmisi lokal dan meluasnya virus corona sangat dipengaruhi oleh kecepatan timnya dalam melakukan penelusuran dan pelacakan serta  pengetesan kontak erat kasus konfirmasi melalui pemeriksaan spesimen swab.

Semakin cepat hasil pemeriksaan spesimen swab tersebut diperoleh, semakin cepat pula jaringan kontak lainnya terdeteksi dan dibatasi interaksinya dengan menerapkan karantina mandiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD dr. Soeselo Slawi Guntur Muhammad Taqwin saat menggelar Konferensi Pers Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Jum’at (14/08/2020).

“Agar hasil pemeriksaan spesimen swab secepatnya bisa diketahui, Pemkab Tegal berencana membangun sarana laboratorium pemeriksaan uji Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sendiri di RSUD dr Soeselo Slawi” katanya.

Lebih lanjut, Guntur mengatakan, pembelian perangkat RT-PCR tersebut ditujukan agar hasil uji spesimen swab pada kasus suspek dan konfirmasi secepatnya diketahui. Dengan demikian, setiap kasus konfirmasi Covid-19 yang muncul cepat dikendalikan, termasuk penyebarannya melalui kontak erat bisa segera dibatasi.

“Selama ini, untuk mengetahui hasil pemeriksaan swab, kita masih bergantung pada laboratorium di luar kota. Seringkali hasilnya baru kita ketahui antara satu hingga dua minggu dari waktu penerimaan spesimen swab di laboratorium tersebut.

Delay waktu inilah yang harus kita perpendek karena idealnya hasil pemeriksaan swab sudah langsung bisa diketahui dalam sehari,” kata Guntur.

Menanggapi rencana itu, Bupati Tegal Umi Azizah sangat mendukung dibuatnya laboratorium pemeriksaan kesehatan yang ditunjang peralatan RT-PCR. Umi menilai, dengan adanya fasilitas uji RT-PCR di RSUD dr Soeselo ini nanti, maka Kabupaten Tegal bisa menjadi rujukan layanan pemeriksaan RT-PCR daerah lainnya.

“Begitu laboratorium RT-PCR-nya sudah siap, sangat dimungkinkan jika paginya diambil sampel swabnya, maka siang ataupun sore harinya bisa diketahui hasilnya.

Keberadaan laboratorium dengan kemampuan RT-PCR ini juga untuk kepentingan jangka panjang, bahkan saat Covid-19 sudah bisa dikendalikan karena vaksin yang ada berfungsi efektif melawan virus,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Umi mengapresiasi semangat kerja, dedikasi dan pengorbanan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan dan belakang dalam mencegah penyebaran virus dan merawat pasien Covid-19.

Untuk itu, Umi menitip pesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi atau pesan dari pihak-pihak tertentu sehingga kesadarannya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dengan menerapkan protokol kesehatan melemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *