Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai Kalau Terus Jadi Sarang Pungli, 16 Ribu Pegawai Akan Dirumahkan!

Purbaya mengingatkan anaknya buahnya di DJBC untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, 16.000 orang pegawai berada di ujung tanduk untuk dirumahkan.

Dalam kunjungan kerja ke Cikarang pada Jumat (31/10/2025) silam, Menkeu Purbaya memberikan penghargaan kepada para pegawai yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Sebanyak delapan pegawai @beacukairi menerima apresiasi atas keberhasilan mereka dalam penindakan pakaian bekas dan rokok ilegal. Foto : Akun Instagram @MenkeuRi

Jakarta, EDITOR.ID,- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah habis kesabaran dengan kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Purbaya mengancam akan membekukan Bea Cukai dan merumahkan ribuan pegawainya jika masih tetap jadi sarang pungutan liar (Pungli) dan penyelewengan.

Purbaya juga mengancam ia tak akan segan memecat pegawai Bea Cukai yang tidak mau berubah.

Pernyataan Menkeu ini setelah mendapat informasi di lapangan, menyerap keluhan pengusaha dan adanya penggeledahan kantor Bea Cukai oleh Kejaksaan Agung (Kejagung)

Purbaya mengingatkan anaknya buahnya di DJBC untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, 16.000 orang pegawai berada di ujung tanduk untuk dirumahkan.

“Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” ujar Purbaya di sela-sela Rapimnas KADIN 2025 di The Park Hyatt Hotel Jakarta, Senin (1/12/2025).

Purbaya sudah meminta waktu selama setahun kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan kinerja Bea Cukai terlebih dahulu sebelum ancamannya diwujudkan.

“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan, dan betul-betul beku. Artinya 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan. Tapi saya minta waktu ke Presiden untuk memperbaiki Bea Cukai,” katanya.

Purbaya menilai para pegawai Bea Cukai masih dapat diperbaiki kinerjanya. Namun, ia tidak akan berkompromi dengan pegawai yang enggan berubah.

“Nanti kan terpilih, dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa merubah diri, saya selesaikan langsung dengan cepat. Tapi sebaiknya kita perbaiki diri dulu selama setahun,” imbuh Purbaya.

Jika tidak ada perbaikan, Purbaya mengancam akan membekukan DJBC. Selanjutnya tugasnya akan dialihkan kepada perusahaan swasta asal Swiss, Societe Generale de Surveilance (SGS) seperti kebijakan pada masa Orde Baru.

“Kalau kita, Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” ujar Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/11/2025) silam

“Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk nggak diganggu dulu. Saya biarkan, biarkan saya beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius,” imbuh Purbaya.

Purbaya menyoroti citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang kurang bagus di mata masyarakat hingga pimpinan tertinggi. Perbaikan disebut akan menjadi fokusnya dalam satu tahun ke depan.

Menurut Purbaya, para pegawai DJBC telah memahami ancaman yang mengintai mereka sehingga semangat untuk berbenah. Salah satunya dengan peningkatan sistem digital di seluruh kantor Bea Cukai untuk mengantisipasi penyelewengan.

“Kita sudah mulai terapkan AI-AI di stasiun-stasiun Bea Cukai, jadi nanti under invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain. Jadi sekarang cukup baik kemajuannya, saya pikir tahun depan sudah aman, artinya Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden ke-2 Soeharto pernah membekukan DJBC pada tahun 1985 karena banyaknya praktik pungli dan penyelundupan. Pembekuan dilakukan hingga tahun 1995. ****

Leave a Reply