Settia

PSI: Sandi Kembali Ber “Sandiwara”

Kubu Prabowo-Sandi secara konsisten mengorbankan perempuan dalam kampanyenya, menjadikan perempuan sebagai human shield atau tameng untuk melindungi kubu mereka. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet di mana mereka ‘cuci tangan’ dan tidak mengakui Ratna sebagai bagian dari BPN

EDITOR.ID, Jakarta,– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut menanggapi klarifikasi mahasiswi salah satu universitas swasta di Yogyakarta, Vincentia Tiffani, yang mengaku diminta panitia acara di Sleman, Yogyakarta, untuk menawarkan diri menjadi istri kedua cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Menurut juru bicara PSI, Dara Nasution, pengakuan Tiffani itu menunjukkan bahwa kubu paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno penuh dengan sandiwara untuk meraih kemenangan di Pilpres 2019.

“Peristiwa ini juga menunjukkan kubu 02 penuh dengan sandiwara. Dari mulai perempuan yang dulu nangis-nangis saat bertemu Sandi, ternyata timsesnya sendiri. Lalu Sandi pernah bertemu laki-laki yang hanya bagian depan tubuhnya saja yang berlumpur. Sandi juga bersandiwara soal keberadaan Najib, yang diakui sebagai nelayan yang dipersekusi,” kata Dara dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/3/2019).

Dia menilai, berbagai peristiwa yang terjadi, salah satunya Tiffani di Yogyakarta itu, membuat masyarakat seakan-akan tengah menonton sebuah sinetron. Sehingga, dirinya meragukan apakah Prabowo-Sandi mampu memimpin sebuah negara.

“Memangnya bisa menjalankan negara dengan penuh sandiwara?” tanya Dara.

PSI, ungkap Dara, juga mengecam kubu Prabowo-Sandi yang menjadikan poligami sebagai bahan lucu-lucuan dengan memperalat Tiffani. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari upaya merendahkan perempuan.

“Menurut berbagai riset LBH APIK, Komnas Perempuan, Yayasan Puan Amal Hayati, dan lain-lain, poligami adalah praktik yang menyebabkan penelantaran anak dan kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Masa praktik penindasan perempuan seperti itu dijadikan lelucon? Memangnya tidak ada bahan lain?” ucapnya.

Dara juga menyesalkan Tiffani yang bersedia memenuhi permintaan panitia di acara peluncuran Rumah Siap Kerja dan Pelatihan OK OCE di Cengkir Heritage Resto and Coffee tersebut untuk menawarkan diri menjadi istri kedua Sandi. Namun, Dara juga mengapresiasi kejujuran dari Tiffani.

“Kubu Prabowo-Sandi secara konsisten mengorbankan perempuan dalam kampanyenya, menjadikan perempuan sebagai human shield atau tameng untuk melindungi kubu mereka. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet di mana mereka ‘cuci tangan’ dan tidak mengakui Ratna sebagai bagian dari BPN,” ungkap dia.

Leave a Reply